FAJARNUSA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Jengkel menerima laporan adanya cedera penyaluran BLT BBM yang diduga dilakukan istri seorang Kepala Desa di salah satu Kabupaten Blora.
Ganjar mengimbau agar seluruh pihak stakholder hingga aparatur pemerintahan desa jangan sampai melakukan pemotongan bantuan milik masyarakat.
Dia pun mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas hingga menindak tegas pelaku pemotongan dana BLT BBM yang terjadi di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.
Baca Juga: Adian Napitupulu Walkout Dari RDP dengan Mind ID Dan Antam
"Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu. Jangan main-main dengan urusan rakyat ini," kata Ganjar seusai menghadiri acara di Universitas Diponegoro, Semarang, dikutip dari Jpnn.
Ganjar menerangkan kasus sunat BLT BBM itu diduga dipraktekan oleh istri perangkat desa dengan memangkas Rp. 20 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
"Tadi saya kontak dengan Bupati Blora. Hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu. Besok pagi seluruh Kades akan dikumpulkan, dan Bupati Blora minta agar saya ikut bicara dan besok saya akan ikut bicara," katanya.
Sebelumnya beredar video yang viral di lini massa yang mempertontonkan diduga istri kepala desa melakukan pemotongan dana BLT BBM senilai Rp. 20 ribu yang diperuntukkan sebagai biaya fotocopy dan membeli minuman (es). []
Artikel Terkait
Islah Bahrawi : Ada Kisah Dibalik Setiap Pembunuhan
Nakba dan Naksa Dua Bingkai Peristiwa Pembersihan Etnis Dalam Sejarah Konflik Israel vs Palestina
Seru! PDIP vs Demokrat, Politisi PDIP Nilai AHY Omong Kosong, Adian Napitupulu: Mana Data, Fakta & Angkanya?
Ini Pernyataan Efendi Simbolon yang Meyinggung Perasaan Prajurit TNI
Adian Napitupulu Walkout Dari RDP dengan Mind ID Dan Antam