nasional

UICI dan KSPSI Jalin Kerja Sama: Pekerja Kini Bisa Kuliah Digital Sambil Kerja

Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:07 WIB
Rektor UICI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat.

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Langkah besar diambil oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dalam mendukung peningkatan kualitas buruh di tanah air. Rektor UICI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat.

​Prosesi penandatanganan strategis ini dilakukan di tengah penutupan Rakornas II dan Rakernas IV KSPSI yang berlangsung meriah di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (13/2) malam.

Kuliah Tanpa Resign: Solusi Digital untuk Pekerja

Baca Juga: Sengketa Huta Lumban Silo Memanas: Martua Sitanggang Bakal Digugat ke PN Balige

Dalam sambutannya, Prof. Asep menekankan bahwa hambatan waktu dan lokasi bagi para pekerja untuk menempuh pendidikan tinggi kini telah sirna. Sebagai universitas berbasis cyber, UICI menawarkan fleksibilitas penuh.

​"Kami hadir sebagai universitas berbasis cyber yang memungkinkan siapapun, kapanpun, dan di manapun untuk mengakses pendidikan tinggi. Ini peluang besar bagi pekerja meningkatkan kualifikasi tanpa meninggalkan pekerjaan," ujar Prof. Asep.

Program Studi Relevan Industri 4.0

Baca Juga: Demo Pemekaran Luwu Raya Memanas: Massa Blokade Jalan dan Ancam Tutup Ritel Modern

UICI tidak hanya menawarkan fleksibilitas, tapi juga kurikulum yang "match" dengan kebutuhan pasar modern. Beberapa program studi unggulan yang bisa diakses anggota KSPSI antara lain:

  • ​Bisnis Digital & Komunikasi Digital
  • ​Informatika & Sains Data
  • ​Psikologi Digital
  • ​Teknologi Industri Pertanian & Teknik Industri

Sinergi Demi SDM Unggul

Baca Juga: Rayakan HPN 2026, IFG Gelar Pameran Foto Jurnalistik 'MelayaniSepenuhHati'

Ketua Umum KSPSI, Moh. Jumhur Hidayat, menyambut antusias kolaborasi ini. Menurutnya, akses pendidikan adalah kunci utama untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota di tengah arus transformasi digital yang kencang.

​Sinergi ini diharapkan menjadi role model kolaborasi antara dunia pendidikan dan organisasi pekerja untuk mencetak SDM unggul demi mewujudkan visi Indonesia Maju.

(**)

Tags

Terkini