FAJARNUSA.COM (GORONTALO) – Proses lelang proyek Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo kini tengah menjadi sorotan tajam. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Provinsi Gorontalo resmi mengungkap adanya dugaan maladministrasi dalam proses tender yang dilakukan melalui sistem Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Cacat Perencanaan dan Sistem Tidak Lengkap
Sekretaris Umum DPW BRNR Provinsi Gorontalo, Arham Saidi, menyatakan bahwa tender yang digelar pada 7 November 2025 tersebut terindikasi memiliki kekurangan teknis yang fatal. Menurutnya, proses pemilihan peserta tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sambangi Banyumas: Serap Aspirasi Pekerja Seni Lewat Program 'UKP Mendengar'
"Kami menduga terdapat cacat perencanaan dalam proses pengadaan ini. Selain itu, sistem pemilihan peserta tender juga dinilai tidak lengkap, sehingga menyebabkan proses tersebut tidak sah secara teknis," ungkap Arham saat memberikan keterangan pada Sabtu (17/1/2026).
Peringatan Hukum: Potensi Ranah Pidana
Tak hanya persoalan administrasi, BRNR juga mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi pelanggaran hukum yang lebih serius. Karena proyek ini menggunakan anggaran negara, setiap celah penyimpangan bisa berujung pada ranah pidana.
Arham menegaskan bahwa pihaknya mendesak otoritas berwenang untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan mendalam terhadap proses lelang tersebut.
"Tujuan utama kami adalah memastikan pembangunan sekolah rakyat berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Gorontalo. Uang negara harus dipertanggungjawabkan," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk panitia lelang di LPSE Gorontalo, untuk mendapatkan klarifikasi resmi mengenai tudingan tersebut.
(**)
Artikel Terkait
Awal Tahun Ajaran Baru di Cirebon, 100 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat
Momen Gibran Datangi Sekolah Rakyat di Malam Hari, Bagikan Donat untuk Para Siswa
Mensos Saifullah Yusuf Soroti Data Penerima Bansos dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon yang Belum Dibangun
Pemkab Cirebon Akan Bangun Sekolah Rakyat Pendidikan Gratis Bagi Anak Miskin
Sekolah Rakyat 11 Cisarua Bandung Barat Hadirkan Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah di Tanah Air