FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan komitmen pemerintah dan parlemen untuk merampungkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang baru sebelum tenggat waktu berakhir. Hal ini disampaikan dalam Rakornas II KSPSI di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (12/2).
DPR membidik target ambisius agar payung hukum bagi buruh tersebut disahkan pada Oktober tahun ini.
Mengejar Deadline Mahkamah Konstitusi
Baca Juga: Prospek Pasar Properti Jakarta 2026: Sektor Perkantoran dan Logistik Tumbuh Solid
Target Oktober 2026 bukanlah tanpa alasan. Ini merupakan batas waktu yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) saat mencabut sebagian besar klaster ketenagakerjaan dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja pada November 2024 lalu.
"Kita kejar target agar Oktober tahun ini sudah ada UU Ketenagakerjaan yang baru," tegas Dasco di hadapan ratusan pimpinan serikat pekerja.
Janji Serap Aspirasi Tanpa Sekat
Baca Juga: Geger Dugaan 'Uang Pelicin' Rp55 Miliar APBD Cirebon, LSM Ancam Demo Besar Jika Ketua DPRD Bungkam
Dasco memastikan bahwa sisa waktu yang ada akan digunakan untuk berdialog secara masif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). DPR berjanji akan menyerap aspirasi dari tiga pihak utama:
- Buruh/Pekerja
- Pengusaha
- Pemerintah
"Saya sekarang bukan oposisi lagi, jadi penting bagi saya bersama buruh. Kalau buruh sejahtera, Indonesia akan maju dan sejahtera," tambah Dasco, yang disambut positif oleh peserta Rakornas.
Respons KSPSI: Menaruh Harapan Besar
Ketua Umum KSPSI, Moh. Jumhur Hidayat, menyambut baik komitmen tersebut meskipun ia mengakui adanya dinamika di lapangan. Namun, kehadiran sosok Dasco di DPR memberikan optimisme baru bagi kaum buruh.
"Karena ada Prof. Dasco di DPR, kami menaruh harapan itu agar UU ini segera diselesaikan," ujar Jumhur.
Baca Juga: Jaga Marwah Jurnalis, Forum Jurnalis Cirebon (FJC) Gelar Munggahan Bareng Anak Yatim
Acara berskala nasional ini dihadiri oleh pimpinan 18 konfederasi dan 127 federasi serikat pekerja dari seluruh Indonesia. Turut hadir tokoh-tokoh penting seperti Rieke Dyah Pitaloka, Bob Hasan, hingga perwakilan ILO, KADIN, dan APINDO.
(**)