FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Pemerintah Kabupaten Cirebon mempertegas posisinya sebagai daerah percontohan ketenagakerjaan inklusif di Indonesia. Melalui Program INKLUSI yang bekerja sama dengan Pemerintah Australia, Kabupaten Cirebon sukses menyalurkan ratusan tenaga kerja disabilitas ke berbagai sektor industri hingga awal tahun 2026.
Monitoring Global di Disnaker Cirebon
Bertempat di Aula Dudika Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Selasa (10/2/2026), Pemkab Cirebon menerima kunjungan Joint Monitoring Visit. Agenda ini dihadiri oleh perwakilan Bappenas, SIGAB Indonesia, hingga perwakilan Kedutaan Besar Australia (DFAT).
Baca Juga: Jejak Sejarah Huta Lumban Silo: Mengungkap Peran Op Tongam Sitanggang di Jantung Tano Ponggol
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Neneng Hasanah, mewakili Bupati Cirebon menekankan bahwa regulasi saja tidak cukup. "Dukungan swasta dalam menyediakan lapangan kerja inklusif adalah kunci utama kemandirian penyandang disabilitas," tegasnya.
Data Capaian: 871 Pekerja Disabilitas Terdaftar
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, memaparkan data konkret keberhasilan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan. Hingga Januari 2026, tercatat:
Baca Juga: BYD Gebrak IIMS 2026: Intip Teknologi 'Infinite Innovation' dan Keseruan Komunitas BEYOND
- Total Pekerja: 871 orang (608 laki-laki, 244 perempuan).
- Dominasi Usia: 699 pekerja berada di usia produktif (18–30 tahun).
- Peningkatan Skill: Pelatihan pembuatan suvenir hingga digital marketing sukses digelar sepanjang 2024-2025.
Apresiasi Internasional dan Musrenbang Tematik
Elena Martin Avilla dari Kedutaan Besar Australia mengapresiasi kemitraan Program INKLUSI yang nyata di lapangan. Senada dengan itu, M. Joni Yulianto dari SIGAB Indonesia memuji langkah Pemkab Cirebon yang melibatkan kaum difabel dalam perencanaan daerah.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 22 Raksasa APINDO di Hambalang: Bahas Lapangan Kerja dan Nasib Industri Tekstil
"Cirebon berhasil mengintegrasikan aspirasi disabilitas melalui Musrenbang Tematik. Ini adalah bukti nyata pembangunan yang tidak meninggalkan siapapun," ujar Joni.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah pabrik di Cirebon yang telah menerapkan sistem kerja ramah disabilitas, membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan praktik industri nyata.
(**)
Artikel Terkait
OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Bank Cirebon, Begini Nasib Tabungan Nasabah
Cirebon Makin Inklusif, 32 Penyandang Disabilitas Berhasil Tembus Dunia Kerja Melalui Program SOLIDER
Atasi Macet Cipto, DPRD Kota Cirebon Beri Deadline CSB Mall 2 Minggu Bongkar Gate Parkir
Gandeng TNI-Polri, Bupati Imron Pimpin Aksi Bersih Pantai Baro Gebang: Jangan Buang Sampah ke Sungai
Izin Usaha BPR Bank Cirebon Resmi Dicabut OJK, Wali Kota Jamin Dana Nasabah Aman Lewat LPS