FAJARNUSA.COM (PEMALANG) – Belum kering duka akibat banjir bandang pada Sabtu lalu, Kabupaten Pemalang kembali diguncang bencana alam. Kali ini, tanah longsor melanda Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul pada Minggu pagi (25/1/2026).
Peristiwa yang terjadi tepat di tengah perayaan Hari Jadi Pemalang ke-451 ini mengakibatkan dua orang petani dilaporkan hilang tertimbun material longsor saat sedang beraktivitas di sawah.
Kronologi Kejadian
Baca Juga: Prabowo Boyong Investasi Rp90 Triliun dari Inggris, Pengamat: Era Baru Diplomasi Ekonomi Konkret
Longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat tanpa henti selama sepekan terakhir. Material tanah dari perbukitan di atas lahan garapan warga tiba-tiba runtuh dan menyapu area persawahan di bawahnya.
Dua korban yang teridentifikasi adalah:
- Hamim (50/60), warga Dusun Siranti RT 07 RW 03, Desa Bongas.
- Aksinudin (40), warga Dusun Siranti RT 07 RW 03, Desa Bongas.
Baca Juga: IUP Tambang Martabe Dicabut, Spanduk Dukungan Misterius di Batang Toru Tuai Kecaman Warga
Saksi mata di lokasi, Mutmainah (50), menuturkan bahwa kedua korban berangkat ke lahan garapan perhutani sekitar pukul 06.00 WIB. "Tidak lama setelah mereka sampai, bukit di atas ladang tiba-tiba longsor," ungkapnya dengan nada trauma.
Kendala Evakuasi dan Kondisi Medan
Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, mengonfirmasi bahwa penyebab utama bencana ini adalah intensitas hujan yang sangat tinggi serta kondisi tanah yang labil.
Baca Juga: Sinergi OJK, BI, dan Pemkot Cirebon di Mall UKM Coffee Fest 2026: Dorong UMKM Kopi Naik Kelas
"Faktor cuaca menjadi pemicu utama. Saat ini kami fokus pada proses pencarian dua warga yang dilaporkan hilang," jelas Arief saat dikonfirmasi media.
Namun, proses evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat. Akses menuju lokasi hanya berupa jalan setapak yang sempit, sehingga alat berat tidak bisa masuk. Tim SAR dan warga terpaksa melakukan pencarian secara manual di tengah ancaman cuaca yang tidak menentu.
Peringatan Longsor Susulan
Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan! Simak Jadwal Lengkap H-45 di Sini
Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi area kejadian. Mengingat curah hujan masih tinggi, risiko terjadinya longsor susulan di titik yang sama masih sangat besar.
"Lokasi masih sangat rawan. Kami meminta warga untuk tidak mendekat demi keselamatan bersama," tegas Arum.
Selain kerugian jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada lahan milik Perhutani dan area pertanian warga yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.