Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menyampaikan, pembangunan kolam retensi di wilayah hulu menjadi salah satu solusi penting untuk menahan laju aliran air menuju wilayah hilir.
Ia menegaskan bahwa Kuningan dan Cirebon memiliki keterkaitan ekologis yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain pembangunan infrastruktur, Dian juga menyebutkan pentingnya edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Transformasi dan Inovasi PT PAL untuk Kedaulatan dan Kemandirian Maritim
Kedua kepala daerah sepakat bahwa tantangan penanganan banjir semakin kompleks seiring kondisi cuaca ekstrem.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih berlanjut hingga April 2026. **