Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menyampaikan, pembangunan kolam retensi di wilayah hulu menjadi salah satu solusi penting untuk menahan laju aliran air menuju wilayah hilir.
Ia menegaskan bahwa Kuningan dan Cirebon memiliki keterkaitan ekologis yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain pembangunan infrastruktur, Dian juga menyebutkan pentingnya edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Transformasi dan Inovasi PT PAL untuk Kedaulatan dan Kemandirian Maritim
Kedua kepala daerah sepakat bahwa tantangan penanganan banjir semakin kompleks seiring kondisi cuaca ekstrem.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih berlanjut hingga April 2026. **
Artikel Terkait
Cirebon Banjir Tiap Kali Hujan Besar, Berikut Titik Banjir yang Terjadi Selasa 23 Desember 2025
Tembok Gudang Supermarket di Cirebon Diduga Jebol Diterjang Banjir, Warga Berlarian Ambil Barang yang Hanyut
Empat Titik Sungai di Kecamatan Sumber jadi Pemicu Banjir yang Merendam Delapan Kecamatan di Kabupaten Cirebon
Imron Pastikan Penanganan Banjir di Kabupaten Cirebon Terkendali
Kelurahan Kalijaga Menjadi Langganan Banjir, Wali Kota Bersama Kepala BBWS Cimancis Tinjau Sungai Cikenis