nasional

Ayah di Garoga Tapsel Ini Bagikan Cerita Pilu Anaknya, Terlepas dari Pelukan sang Ibu saat Air dan Kayu Gelondongan Menghantam Rumah

Selasa, 23 Desember 2025 | 07:52 WIB
Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya. ( Instagram/sibangzul_)

Namun, pelukan tersebut terlepas setelah berulang kali dihantam air dan kayu.

Rumah Hancur dan Selalu Ingat Kenangan dengan Anaknya

Jenazah Mumtaz sudah ditemukan pascabanjir, tapi kondisi wajahnya sudah berubah.

Baca Juga: Pasca Agenda Musyawarah Kubro di Lirboyo, Ulama Kharismatik NU Banten KH Matin Syarkowi Serukan Islah Jalan Terbaik

Akibat banjir tersebut, rumahnya hancur dan potongan kayu beragam ukuran berserakan di depan rumah yang dulu ditinggali.

“Biasa waktu pulang kerja, selalu minta jalan-jalan dulu. Jadi, selama pulang ini selalu teringat Mumtaz,” tuturnya.

Sementara itu, Desa Garoga menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah banjir dan longsor.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Mobilitas, Pemkot Cirebon Siapkan Pengamanan Ekstra untuk Nataru 2025

Pembersihan batang kayu di Garoga pun menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Ada 3 hal yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, yakni membersihkan bagian hilir, pemantauan titik longsor di hulu, dan peringatan dini kepada masyarakat soal potensi banjir susulan disertai kayu.

Pemerintah Daerah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap kepada korban banjir dan longsor, termasuk untuk warga di Garoga.

Baca Juga: SMKN 1 Rembang Buka Suara Soal Video Viral Perundungan Siswa Disabilitas: Fokus pada Psikis Anak

Pembangunan rumah tersebut, menurut Pemda ditargetkan akan rampung pada awal tahun 2026.

***

Halaman:

Tags

Terkini