nasional

Ayah di Garoga Tapsel Ini Bagikan Cerita Pilu Anaknya, Terlepas dari Pelukan sang Ibu saat Air dan Kayu Gelondongan Menghantam Rumah

Selasa, 23 Desember 2025 | 07:52 WIB
Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya. ( Instagram/sibangzul_)

FAJARNUSA.COM - Banjir bandang dan longsor di Sumatera meninggalkan duka mendalam bagi warga 3 di provinsi yang terdampak.

Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini masih terus menantikan bantuan, baik dari pemerintah maupun relawan.

Kisah pilu korban selamat pun menjadi cerita dahsyatnya banjir dan longsor yang menerjang pemukiman mereka.

Baca Juga: Momen di Hari Ibu, Polisi Izinkan Anak Peluk Ibunya yang Sedang Ditahan

Tak hanya harta benda, nyawa pun hilang dalam bencana Sumatera ini.

Salah satu kisah tentang warga yang kehilangan anggota keluarga diungkap oleh seorang ayah di Garoga, Tapanuli Selatan.

Anak 2 Tahunnya Meninggal karena Terlepas saat Menyusu

Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Diunggah oleh akun Instagram @sibangzul_ pada Minggu, 21 Desember 2025, seorang ayah bercerita bahwa anaknya menjadi salah satu korban banjir.

Anaknya yang bernama Mumtaz, baru berusia 2 tahun dan sedang menyusu pada ibunya saat air beserta kayu gelondongan menghantam rumahnya.

“Mumtaz, bayi 2 tahun yang lepas dari pelukan ibunya yang lagi menyusui saat banjir bandang di Garoga, Tapteng,” tulis keterangan dalam video itu.

Baca Juga: Yonif TP 853/BRB BKO BNPB Bersihkan Fasilitas Umum Aceh Timur, Fokus RSUD hingga Sekolah

“Waktu banjir datang, ibu dan Mumtaza hanyut terseret arus, lagi nyusui sambil digendong. Kondisi Mumtaz lagi nangis, tiba-tiba air sungai naik dan langsung bawa gelondongan kayu,” ucap sang ayah dalam video tersebut.

Saat air naik tersebut, menurut pengakuannya, Mumtaz selalu dipeluk oleh ibunya.

 

Halaman:

Tags

Terkini