nasional

Pasca Agenda Musyawarah Kubro di Lirboyo, Ulama Kharismatik NU Banten KH Matin Syarkowi Serukan Islah Jalan Terbaik

Senin, 22 Desember 2025 | 09:17 WIB
Ulama asal Banten yang juga menjabat A’wan PBNU, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa musyawarah kubro tersebut merupakan seruan Islah yang murni dan tidak layak dicurigai sebagai agenda tersembunyi.

 

FAJARNUSA.COM - Musyawarah Kubro yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menyedot perhatian luas dari kalangan ulama dan warga Nahdlatul Ulama. Forum ini dinilai menjadi ruang strategis untuk meredakan ketegangan dan menyatukan pandangan di tengah dinamika internal umat.

Ulama asal Banten yang juga menjabat A’wan PBNU, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa musyawarah tersebut merupakan seruan Islah yang murni dan tidak layak dicurigai sebagai agenda tersembunyi.

KH Matin Syarkowi mengikuti jalannya Musyawarah Kubro secara daring melalui Zoom Meeting. Ia mengaku sempat berencana hadir langsung ke Lirboyo. Namun, keterbatasan waktu membuat rencana itu urung terlaksana. Meski begitu, ia memastikan tetap mengikuti setiap proses dan pembahasan dengan penuh perhatian.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Mobilitas, Pemkot Cirebon Siapkan Pengamanan Ekstra untuk Nataru 2025

“Saya mengikuti Zoom Meeting dengan saksama. Sebenarnya ingin datang langsung ke Lirboyo dan sowan kepada para masyaikh, tapi waktu tidak memungkinkan,” ujar KH Matin saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu, 21 Desember 2025.

Menurut KH Matin, berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan dalam Musyawarah Kubro mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kebijaksanaan dan jalan tengah.

Ia menilai musyawarah adalah pilihan terbaik dalam menyelesaikan persoalan, terutama ketika konflik berpotensi menimbulkan perpecahan.

Baca Juga: SMKN 1 Rembang Buka Suara Soal Video Viral Perundungan Siswa Disabilitas: Fokus pada Psikis Anak

“Pandangan para masyaikh itu adalah jalan yang baik. Tidak ada jalan yang lebih tepat selain jalan Islah,” katanya.

Ia menekankan bahwa Musyawarah Kubro bukan sekadar forum seremonial. Hasilnya, kata dia, harus menjadi rujukan penting bagi pihak-pihak yang sedang berhadapan atau berkonflik.

Musyawarah ini dipandang sebagai wadah untuk mencari solusi bersama dengan landasan keilmuan, kebijaksanaan, dan tradisi keulamaan.

Baca Juga: Detik-detik Banjir Bandang Terjang Guci Tegal, Pancuran 5 dan 13 Dilaporkan Rusak Parah

“Forum Musyawarah Kubro di Lirboyo harus benar-benar didengar dan diperhatikan oleh pihak-pihak yang sedang berkonflik,” ujar KH Matin.

Terkait kehadiran Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf beserta jajaran PBNU dalam forum tersebut, KH Matin menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Ia meminta publik untuk tidak terjebak pada prasangka yang belum tentu memiliki dasar kuat.

Halaman:

Tags

Terkini