Ia mengaku baru bekerja selama dua hari sebelum banjir dan longsor melanda.
“Baru dua hari kerja, lalu banjir dan longsor datang. Jalan, listrik, sampai jaringan komunikasi semua terputus,” ungkapnya.
Selama terjebak di lokasi bencana, Karyadi dan rekan-rekannya bertahan dengan keterbatasan.
Baca Juga: Sebanyak 300 Atlet Sepeda Gunung Ikuti MTB Fiesta 2025 di Kabupaten Cirebon
“Makan seadanya, cuma nasi dan sayur. Kami menunggu penjemputan dari Basarnas hampir seminggu,” tuturnya.
Di akhir ceritanya, Karyadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memfasilitasi kepulangan mereka.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang sudah peduli dan membantu kami bisa pulang. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ujarnya.