Ia mengaku baru bekerja selama dua hari sebelum banjir dan longsor melanda.
“Baru dua hari kerja, lalu banjir dan longsor datang. Jalan, listrik, sampai jaringan komunikasi semua terputus,” ungkapnya.
Selama terjebak di lokasi bencana, Karyadi dan rekan-rekannya bertahan dengan keterbatasan.
Baca Juga: Sebanyak 300 Atlet Sepeda Gunung Ikuti MTB Fiesta 2025 di Kabupaten Cirebon
“Makan seadanya, cuma nasi dan sayur. Kami menunggu penjemputan dari Basarnas hampir seminggu,” tuturnya.
Di akhir ceritanya, Karyadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memfasilitasi kepulangan mereka.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang sudah peduli dan membantu kami bisa pulang. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ujarnya.
Artikel Terkait
Bertahan 9 Jam pada Tumpukan Pohon Ceri, Seorang Ibu dan Putri Kecilnya Selamat dari Amukan Banjir Bandang di Aceh Utara
Ferry Irwandi Balas Sindiran Pejabat DPR soal 'Sok Paling Rp10 Miliar' saat Tangani Bencana Sumatera
Update BNPB 11 Desember: Korban Meninggal Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 990 Jiwa, Pencarian Terus Dilakukan
Pemkab Cirebon Gelar Konser Amal Peduli Bencana Sumatera dan Palestina