FAJARNUSA.COM (Bandung), 26 November 2025 – Perkembangan APBN hingga 31 Oktober 2025 mencatatkan surplus regional sebesar Rp18,33 Triliun dengan rincian sebagai berikut:
1. Pendapatan Negara s.d. 31 Oktober 2025 terealisasi sebesar Rp115,91Triliun atau 75,25% dari target yang sebesar Rp154,03 Triliun, tumbuh 5,51% (yoy). Penerimaan perpajakan yang tumbuh sebesar 5,18% (yoy), sedangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 11,22% (yoy).
2. Penerimaan Pajak secara agregat tercapai Rp84,39 Triliun atau 71,58% dari target Rp117,88 Triliun, tumbuh sebesar 4,95% (yoy) dikontribusi pertumbuhan Pajak Penghasilan PPh 25/29 Badan dan PPh Final.
Sedangkan PPN dan PPnBM terkontraksi sebesar 2,89% yang disebabkan peningkatan restitusi pada PPN Dalam Negeri. Sejalan dengan capaian realisasi penerimaan perpajakan di atas, realisasi penerimaan neto Kantor Wilayah DJP (Kanwil DJP) Jawa Barat II telah mencapai Rp38,67 triliun atau 79,15% dari target.
Penerimaan per jenis pajak utama secara mayoritas menunjukkan pencapaian yang positif di antaranya PPN Impor tumbuh 30,91% (yoy), PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh 7,6% (yoy), dan PPh Pasal 22 Impor tumbuh 34,28% (yoy).
3. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tercapai Rp24,77 Triliun, atau 80,86% dari target sebesar Rp30,60 triliun tumbuh 5,96%.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Raih Predikat Unggul dalam Indeks Kualitas Kebijakan 2025
Penerimaan Bea Masuk terkontraksi 34,07% atau Rp181,42 M, dipengaruhi tidak adanya importasi beras, penggunaan fasilitas FTA (otomotif), dan penurunan penjualan otomotif di salah satu PLB pada KPPBC Bogor. Bea Keluar (BK) Rp13,3 juta dari komoditas kulit dan kayu (ekspor melalui PLB di KPPBC Bogor).
Kanwil DJBC Jawa Barat dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) melakukan pengawasan dan penindakan rokok ilegal periode penindakan 1 Januari s.d. 31 Oktober 2025 sebanyak 2.182 penindakan, dengan jumlah Barang Hasil Penindakan sebanyak 86,58 juta batang dengan perkiraan nilai barang Rp129,74 M dan potensi penerimaan negara yang hilang Rp65,76 M.
4. Realisasi PNBP sebesar Rp6,74 Triliun atau 121,68% dari target Rp5,54 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 11,22% (yoy) dikontribusi PNBP lainnya yang tumbuh 15,54% dan Pendapatan PNBP BLU tumbuh 7,32%.
Baca Juga: RI Tambah Wakil Dubes di Beijing: Boy Thohir Nilai Langkah Ini Bisa Genjot Investasi dan Perdagangan
5. Belanja Negara hingga 31 Oktober 2025 telah terealisasi Rp97,58 Triliun atau 80,24% dari pagu sebesar Rp121,62 Triliun, secara yoy mengalami perlambatan sebesar 6,42% (yoy).
Perlambatan ini terutama pada Belanja K/L sebesar 20,53%. Sedangkan realisasi TKD tumbuh sebesar 2,16%. Belanja K/L sampai dengan 31 Oktober 2025 terealisasi sebesar Rp31,35 Triliun atau 69,62% dari pagu.
Penyerapan terhadap pagu anggaran Belanja K/L sedikit lebih lambat dibanding tahun lalu pada Belanja Barang dan Modal sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran.