6. TKD tumbuh 2,16% dengan realisasi pembayaran sampai dengan 31 Oktober 2025 sebesar Rp66,23 Triliun atau tercapai 86,48% dari pagu. Hampir semua jenis TKD mengalami kontraksi kecuali pada DBH dan DAU yang mengalami pertumbuhan.
7. Berbagai program prioritas terus berlanjut dan memberi manfaat kepada masyarakat di wilayah Jawa Barat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilaksanakan di 27 Kab/Kota oleh 2.745 unit SPPG menjangkau 8,5 juta penerima manfaat.
Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menjangkau 50.850 Unit, tersebar di 1.646 lokasi dengan realisasi Rp5,91 Triliun. KDKMP telah terbentuk 5.970 unit koperasi dan telah berbadan hukum dengan modal dikelola sebesar Rp32,38 Miliar dengan jumlah gerai 1.878 Gerai Usaha di seluruh kab/kota di Jawa Barat.
Realisasi belanja Program Sekolah Rakyat sebesar Rp55,86 Miliar, dengan jumlah sekolah yang telah beroperasi sebanyak 13 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 1.380 siswa.
Program Revitalisasi Sekolah telah terealisasi sebesar Rp.11,59 Miliar menggunakan pola swakelola mandiri yang melibatkan langsung komunitas sekolah dan masyarakat.
Program SMA Unggul Garuda telah berjalan sejak tahun ajaran 2025 dengan realisasi belanja sebesar Rp30,84 Miliar. Realisasi belanja Tematik Ketahanan Pangan sebesar Rp1,83 Triliun dengan capaian produksi beras sebesar 8,72 juta ton dengan penyaluran Beras SPHP sebesar 22,46 juta Kg.
Program Ketahanan Energi dilaksanakan untuk 5.996 pembangkit listrik. Penyaluran KUR sebesar Rp23,27 Triliun untuk 428 ribu debitur dan penyaluran UMi sebesar Rp1,63 Triliun untuk 328 ribu debitur.
Pada kondisi makroekonomi, sampai saat ini ketidakpastian global masih terus berlanjut, namun tensi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok mulai mereda. Hal ini memberi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi global. Di triwulan III-2025 ekonomi Tiongkok melambat, perekonomian negara ASEAN termasuk Indonesia masih resilien.
Pemerintah terus memprioritaskan berbagai kebijakan sebagai strategi antisipatif untuk memitigasi tingginya risiko dinamika global akibat perang dagang, volatilitas pasar, dan ketidakpastian geopolitik. Sehingga menghasilkan ekonomi regional Jawa Barat yang tetap tumbuh dengan rincian sebagai berikut:
Baca Juga: Transparansi Diperkuat, Pemkot Cirebon Minta Komisi Informasi Pacu Inovasi Akses Data Publik
1. Perekonomian Jawa Barat triwulan III 2025 tumbuh 0,46% (q-to-q) dan 5,20% (y-on-y). PDRB ADHK (yoy) sebesar Rp 461,90 Triliun dan ADHB sebesar Rp759,80 Triliun.
2. Tingkat inflasi Jawa Barat Oktober 2025 sebesar 2,63% (y-on-y) dengan IHK 109,02. Secara spasial Inflasi tertinggi di Kota Sukabumi (3,87%) dengan IHK 110,46; sedangkan inflasi terendah di Kab.Subang (2,18%) dengan IHK 110,55.
3. Neraca Perdagangan Jawa Barat pada bulan September 2025 mencatatkan Surplus USD 2,35 Miliar dari total Ekspor USD 3,27 Miliar (turun secara m-to-m namun naik secara y-on y) dan Total Impor USD 0,92 Miliar (turun secara m-to-m dan y-on-y).
Artikel Terkait
APBN Jawa Barat Stabil, Dukung Program Prioritas Nasional
4 Kabupaten di Wilayah Kanwil DJP Jawa Barat II Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Daerah Tahun 2025
Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tindak Pidana Perpajakan Kepada Kejaksaan Negeri Karawang
Kerugian Negara Rp1,15 Miliar: Kanwil DJP Jawa Barat II Serahkan Tersangka AR ke Kejari Bekasi