nasional

Dari Jalanan ke Timeline, Logika Boomers yang Tidak Berkesudahan

Senin, 18 Agustus 2025 | 12:18 WIB
Dari spanduk di pinggir jalan, baliho di perempatan, hingga postingan instagram akun pemerintah ramaikan hari besar nasional (Foto ilustrasi)

 

FAJARNUSA.COM - Setiap kali ada hari besar di Indonesia, baik Hari Kemerdekaan, Hari Guru, Idul Fitri, maupun Natal, ruang digital kita selalu banjir postingan ucapan selamat.

Dari spanduk di pinggir jalan, baliho di perempatan, hingga postingan instagram akun pemerintah, polanya hampir sama; wajah pejabat di bagian depan, kata-kata manis di bagian samping, dan logo instansi sebagai penutup.

Fenomena ini sudah begitu lazim, sampai-sampai kita menganggapnya sebagai hal yang “normal.”

Baca Juga: Ciplukan, Buah Asli Indonesia yang Jadi Buruan Dunia untuk Obat Alami Lawan Radang Usus hingga Kanker

Kalau dulu, wajar melihat baliho ucapan selamat di perempatan jalan.

Kini wajah yang sama ikut menyerbu feed Instagram, Tiktok, Facebook, bahkan status WhatsApp keluarga.

Budaya Politik Simbolik di Balik Ucapan Selamat

Baca Juga: Asisten Mpok Alpa Ungkap Keinginan sang Artis, dari Harapan Berpulang di Hari Jumat hingga Rencana Ultah Anak Kembarnya

Ucapan selamat dengan wajah pejabat bukan sekadar formalitas.

Ia bagian dari politik simbolik bagaimana cara pejabat menunjukkan eksistensi dan kedekatan dengan rakyat.

Kehadiran foto di setiap perayaan menjadi tanda bahwa mereka “ikut berpartisipasi” dalam momen penting bangsa.

Baca Juga: Studi Ungkap Fakta di Balik Diet Tinggi Protein, Tak Seburuk yang Dibayangkan

Namun, politik simbolik ini sering kali melupakan substansi.

Hari Kemerdekaan misalnya, mestinya mengingatkan kita pada perjuangan rakyat melawan penjajahan, cita-cita keadilan sosial, dan semangat persatuan.

Halaman:

Tags

Terkini