FAJARNUSA.COM - Setiap kali ada hari besar di Indonesia, baik Hari Kemerdekaan, Hari Guru, Idul Fitri, maupun Natal, ruang digital kita selalu banjir postingan ucapan selamat.
Dari spanduk di pinggir jalan, baliho di perempatan, hingga postingan instagram akun pemerintah, polanya hampir sama; wajah pejabat di bagian depan, kata-kata manis di bagian samping, dan logo instansi sebagai penutup.
Fenomena ini sudah begitu lazim, sampai-sampai kita menganggapnya sebagai hal yang “normal.”
Kalau dulu, wajar melihat baliho ucapan selamat di perempatan jalan.
Kini wajah yang sama ikut menyerbu feed Instagram, Tiktok, Facebook, bahkan status WhatsApp keluarga.
Budaya Politik Simbolik di Balik Ucapan Selamat
Ucapan selamat dengan wajah pejabat bukan sekadar formalitas.
Ia bagian dari politik simbolik bagaimana cara pejabat menunjukkan eksistensi dan kedekatan dengan rakyat.
Kehadiran foto di setiap perayaan menjadi tanda bahwa mereka “ikut berpartisipasi” dalam momen penting bangsa.
Baca Juga: Studi Ungkap Fakta di Balik Diet Tinggi Protein, Tak Seburuk yang Dibayangkan
Namun, politik simbolik ini sering kali melupakan substansi.
Hari Kemerdekaan misalnya, mestinya mengingatkan kita pada perjuangan rakyat melawan penjajahan, cita-cita keadilan sosial, dan semangat persatuan.