HUT ke-80 RI: Wali Kota Cirebon Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 18 Agustus 2025 | 11:57 WIB
Peringatan HUT ke-80 RI Kota Cirebon (Foto : Beni / Fajarnusa.com)
Peringatan HUT ke-80 RI Kota Cirebon (Foto : Beni / Fajarnusa.com)

 

FAJARNUSA.COM (Cirebon) – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon di Lapangan Bima Madya, Minggu (17/8/2025).

Upacara dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten dan staf ahli; Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menegaskan makna mendalam dari peringatan kemerdekaan kali ini.

Baca Juga: Ciplukan, Buah Asli Indonesia yang Jadi Buruan Dunia untuk Obat Alami Lawan Radang Usus hingga Kanker

"Hari ini kita semua berdiri tegak di bawah kibaran Sang Merah Putih. Hari ini, kita bukan sekadar memperingati sebuah tanggal bersejarah, tetapi juga menyelami makna terdalam dari sebuah perjalanan panjang 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah semata, melainkan lahir dari pengorbanan para pejuang, doa para ibu, keberanian pemuda, tekad ulama, dan tokoh adat.

Seperti yang diketahui, tema peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Baca Juga: Asisten Mpok Alpa Ungkap Keinginan sang Artis, dari Harapan Berpulang di Hari Jumat hingga Rencana Ultah Anak Kembarnya

"Tema ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan hanya bermakna bila rakyat bersatu, bangsa berdaulat, kesejahteraan dirasakan merata, dan kemajuan dapat dijangkau oleh semua,” kata Wali Kota.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menekankan pentingnya persatuan yang lahir dari penghargaan terhadap perbedaan.

Ia mencontohkan Kota Cirebon sebagai kota pelabuhan dan pertemuan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, hingga Eropa, yang menunjukkan nilai persatuan sebagai warisan yang harus terus dirawat.

Baca Juga: Studi Ungkap Fakta di Balik Diet Tinggi Protein, Tak Seburuk yang Dibayangkan

“Ketika kita menyebut kata berdaulat, kita diingatkan bahwa kedaulatan berarti rakyat tidak boleh kehilangan kendali atas hidupnya sendiri. Kebijakan daerah harus berpihak kepada rakyat banyak, bukan segelintir kelompok,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kota Cirebon sejahtera, tertata, aspiratif, religius, aman, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kesiapan generasi masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X