Tak hanya itu, BI Cirebon juga disebut memberikan kontribusi besar dalam pengembangan UMKM, khususnya sektor kriya dan pariwisata. Program Wira Kriya Wastra menjadi salah satu inovasi unggulan, dengan kolaborasi bersama FSRD ITB.
“Kami mengapresiasi dukungan BI dalam mendampingi UMKM lokal hingga ke panggung nasional dan internasional,” imbuhnya.
Wali Kota berharap, di bawah kepemimpinan Jajang Hermawan, BI Cirebon dapat terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam forum-forum strategis seperti TPID dan TP2DD, serta mendukung penuh program inovatif lainnya yang akan datang,” tandasnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat sebesar 5,12 persen secara tahunan. Angka ini dinilainya cukup baik di tengah kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian.
“Tensi geopolitik di Timur Tengah juga masih memengaruhi pasar keuangan global. Namun, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Aida.
Baca Juga: AS-China Sepakat Perpanjang Gencatan Perang Dagang hingga November 2025
Ia juga menekankan pentingnya peran daerah, khususnya kawasan Ciayumajakuning, sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Kami terus mendorong kolaborasi dengan pimpinan daerah agar perekonomian lokal tumbuh dan berdaya saing,” jelasnya.
Aida menambahkan bahwa BI terus mengedepankan sistem pembayaran yang Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal) melalui digitalisasi berbasis QRIS untuk memperluas inklusi keuangan.
Baca Juga: Muncul Fenomena Rojali-Rohana yang Disebut Bikin Mall Sepi, Ekonom Justru Soroti Maraknya E-Commerce
"Bank Indonesia akan terus menjadi mitra aktif pemerintah daerah dan senantiasa mendorong pertumbuhan UMKM sebagai motor penggerak kemajuan ekonomi," pungkasnya. **