nasional

Ditipu Oleh Oknum Bank Sampai 1M, Haeruddin Datangi BRI KC Pamekasan

Kamis, 26 Juni 2025 | 06:11 WIB
Haeruddin mendatangi kantor Bank BRI KC Pamekasan bersama kuasa hukumnya Rachmat Nur Wahyudi (Foto: Limbad/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (PAMEKASAN) – Kasus dugaan penggelapan uang nasabah di Bank Republik Indonesia (BRI) KC Pamekasan yang bergulir sejak tahun 2020 silam kembali menyeruak setelah seorang warga asal Kecamatan Batumarmar mendatangi kantor berplat merah tersebut.

Pada hari ini, Rabu (25/6/2025) sore, korban yang diketahui bernama Haeruddin itu tiba-tiba mendatangi kantor Bank BRI KC Pamekasan bersama kuasa hukumnya Rachmat Nur Wahyudi (Paralegal) asal Rembang Jawa Tengah.

Sebagai penerima kuasa hukum korban, Rachmat Nur Wahyudi rela terbang dari Jawa Tengah ke Pamekasan, Madura untuk mendampingi kliennya menuntut haknya ke pimpinan Bank BRI KC Pamekasan.

Baca Juga: KAI Ajak Siswa Sekolah Belajar di Dalam Rail Library

"Tujuan ingin bertemu pimpinan BRI Pamekasan untuk mempertanyakan kejelasan pengembalian uang klien saya yang telah ditipu, dibohongi oleh oknum marketing resmi bernama Anis," ucap Rachmat kepada awak media.

Rachmat menyebut kliennya bernama Haeruddin tersebut telah ditipu oleh oknum Bank BRI KC Pamekasan yang kasusnya mencuat sejak tahun 2020, namun sampai saat ini pelakunya belum kunjung dijebloskan ke penjara.

"Dari laporan tahun 2021 hingga saat ini belum jelas. Besok kita akan naikkan kembali melalui laporan ke polisi," ungkapnya.

Baca Juga: Jalur Minyak Global di Selat Hormuz Terancam Ditutup, Menteri Bahlil Ngaku Siapkan Langkah Taktis dengan Pertamina

Sedangkan, Haeruddin menyebut bahwa korban kurang lebih ada 16 orang. Kalau pihaknya awalnya ditawari investasi puluhan juta dengan iming-iming hadiah sepeda motor dan mobil.

"Uang saya setor ke Anis dan diajak masuk ke dalam, awalnya saya investasi uang 50 juta dapat hadiah sepeda motor sama uang 13 juta, tapi sebagian gak keluar," ucapnya.

Ia mengaku telah memulai investasi sejak tahun 2019 sampai tahun 2020. Menurutnya pelaku tidak ditangkap dan uangnya tidak kembali.

Baca Juga: Operasional Kereta Cepat Whoosh Sering Terganggu Akibat Layang-Layang, KCIC Ungkap ada 20 Kejadian

"Kerugian yang saya alami mencapai 1Miliar lebih bebernya.

Sementara, upaya kedatangan Haeruddin bersama kuasa hukumnya tidak ditemui langsung oleh kepala Bank BRI KC Pamekasan.

Namun, melalui salah satu petugas satpam yang berjaga di dalam kantor Bank BRI KC Pamekasan, keduanya diminta untuk mendatangi kembali pada keesokan harinya.

Baca Juga: Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liquid Vape Narkoba dari Malaysia, Pengendali Masih Buron

"Dari pimpinan diminta untuk mendatangi  kantor kembali besok pak," ucapnya, singkat.(Jos limbad)

Tags

Terkini