nasional

Jadi Korban Penipuan dari Facebook Seorang Ibu Rumah Tangga Lapor Polisi

Jumat, 2 Mei 2025 | 14:48 WIB
Ibu rumah tangga didampingi kuasa hukum melaporkan Dewi Artatik yang dikenal lewat Feri dari Facebook (Limbad/Fajarnusa.com)

Bulan berikutnya pada September 2023, MS menerima bagi hasil dari Dewi Artatik sebesar Rp 7 juta dari modal pertama. Sedangkan dari modal kedua yang ditanamkan, tidak pernah diberikan keuntungan.

Baru pada Oktober 2023, MS menerima bagi hasil dari modal kedua yang ditanamkan, yakni Rp 6 juta. Bagi hasil tersebut tidak sesuai kesepakatan dari awal yang seharusnya memperoleh Rp 16 juta.

Menurut MS, setelah Oktober 2023, tidak ada bagi hasil lagi yang diberikan oleh Terlapor sampai akhir tahun 2023. Barulah pada Februari 2024, dia diberi bagi hasil Rp 7 juta walau jauh dari kesepakatan awal, yakni 8% dari modal yang diinvestasikan.

"Sejak Maret 2024 sampai sekarang tidak ada lagi pembagian hasil. Masa berlaku perjanjian juga sudah habis. Modal tidak dikembalikan, bagi hasilnya juga tidak sesuai," kata MS

Merasa ditipu, MS datang ke kantor hukum D'Firmansyah SH & Rekan di Jalan Raya Peneleh nomor 128 Surabaya. MS kemudian memberi kuasa kepada kantor hukum D'Firmansyah SH & Rekan.

Menindaklanjuti itu, advokat di kantor hukum D'Firmansyah SH & Rekan mengirim somasi ke Dewi Artatik sebanyak 2 kali agar modal milik MS dikembalikan. Tapi, somasi tersebut diabaikan oleh Dewi Artatik.

Lalu pada Rabu petang, 30 April 2025, MS didampingi Advokat Sukardi S.H, melaporkan Dewi Artatik ke SPKT Polrestabes Surabaya. Usia laporan, Kuasa Hukum MS, Sukardi mengatakan, langkah hukum itu diambil karena Terlapor tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Alasan Terlapor, dia ditipu oleh pihak pabrik. Kami tanya surat perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan Terlapor, pengakuannya tidak ada MoU. Pabrik hanya order secara lisan ke Terlapor. Kami curiga ini modus penipuan. Jadi, klien kami sudah dirugikan," kata Sukardi, Jumat 2 Mei 2025.

Sukardi menyerahkan proses hukum kliennya ke Polrestabes Surabaya. Dia berharap, laporan kliennya segera diproses fan pelaku dipanggil.

"Kami percaya ke Polrestabes Surabaya untuk menuntaskan laporan klien kami dengan cepat dan transparan," kata Sukardi. **

Halaman:

Tags

Terkini