nasional

Mewujudkan Sanitasi Aman di Kota Cirebon: Langkah Strategis Menuju 2029

Selasa, 18 Maret 2025 | 12:35 WIB
Walikota Cirebon hadiri rapat implementasi program sanitasi aman melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) -- Sanitasi yang aman adalah salah satu faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni. Pemerintah Kota Cirebon menyadari pentingnya hal ini dan tengah mempercepat implementasi program sanitasi aman melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor. Dengan target pencapaian 46,9% akses sanitasi aman pada tahun 2029, berbagai tantangan dan langkah konkret telah disusun untuk memastikan keberhasilan program ini.

Tantangan yang Dihadapi dalam Sanitasi Kota Cirebon

Saat ini, Kota Cirebon masih mengalami kesenjangan dalam hal akses sanitasi aman, dengan angka cakupan yang masih berkisar antara 15-40%. Beberapa faktor yang menjadi kendala utama adalah infrastruktur yang belum optimal serta kapasitas kelembagaan yang masih perlu diperkuat. Sistem pengolahan air limbah domestik, misalnya, masih membutuhkan perbaikan, termasuk normalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan peningkatan operasional yang lebih efisien.

Kondisi ini mengharuskan adanya sinergi antar lembaga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta regulasi yang lebih kuat agar pengelolaan sanitasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Lucky Hakim Kunjungi Korban Bencana Puting Beliung Desa Bugis, Pastikan Penanganan Cepat dan Tepat

Strategi Percepatan Sanitasi Aman

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Pemerintah Kota Cirebon telah menyusun berbagai strategi, di antaranya:

  1. Penguatan Regulasi

Pemerintah Kota Cirebon tengah mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur pengelolaan air limbah domestik agar memiliki landasan hukum yang jelas dan kuat.

  1. Rehabilitasi Infrastruktur

Peningkatan dan perbaikan IPAL komunal serta sistem pembuangan air limbah akan terus dilakukan guna memastikan akses sanitasi yang lebih baik bagi masyarakat.

  1. Perencanaan Teknis yang Matang

Penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menjadi salah satu prioritas utama agar memenuhi syarat pendanaan dari Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP), sebuah program yang didukung oleh Kemitraan Indonesia-Australia (KIAT).

Baca Juga: Antea Putri Turk Viral Mengaku Jadi Keturunan WR Supratman dan Nyanyikan Lagu Tulisan Sang Pahlawan, Keluarga: Tanpa Seizin dari Kami

  1. Edukasi dan Kampanye Sanitasi Aman

Kampanye edukasi akan digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media digital dan publikasi video sosialisasi, guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang layak.

  1. Penerapan Program Percontohan

Sebagai langkah awal, program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) akan diterapkan di empat kecamatan dengan dukungan dari akademisi Poltekes, UGJ, dan Universitas Mahardika.

  1. Pendanaan Berkelanjutan

Pemerintah juga aktif mencari sumber pendanaan tambahan melalui APBN, Bank Provinsi, serta kerja sama dengan sektor swasta dan lembaga donor guna memastikan keberlanjutan program sanitasi ini.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Halaman:

Tags

Terkini