Mewujudkan Sanitasi Aman di Kota Cirebon: Langkah Strategis Menuju 2029

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 18 Maret 2025 | 12:35 WIB
Walikota Cirebon hadiri rapat implementasi program sanitasi aman melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor (Dokumentasi)
Walikota Cirebon hadiri rapat implementasi program sanitasi aman melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor (Dokumentasi)

Keberhasilan program sanitasi aman di Kota Cirebon tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Setiap instansi memiliki peran strategis, di antaranya:

  • Dinas Kesehatan bertanggung jawab dalam validasi data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta penyelenggaraan lokakarya sanitasi.
  • Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik berperan dalam mendukung penyebarluasan informasi publik serta produksi materi edukasi.
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan fokus pada pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur sanitasi.
  • Dinas Sosial bertugas dalam pembinaan bagi keluarga penerima manfaat.
  • Perguruan tinggi seperti Universitas Mahardika, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), dan Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Kampus Cirebon akan berperan dalam penelitian serta sosialisasi program sanitasi aman.
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas, seperti BAZNAS dengan program pembangunan sanitasi dan Rutilahu dan Rumah Zakat, yang akan menjalankan program sedekah sampah serta Toilet Sehat Keluarga (TOSKA) guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sanitasi.

Langkah Menuju Masa Depan Sanitasi yang Lebih Baik

Sebagai tindak lanjut dari berbagai upaya ini, Pemerintah Kota Cirebon akan segera mengesahkan regulasi terkait pengelolaan air limbah domestik serta memperkuat kapasitas operator air limbah. Pelatihan tenaga teknis juga akan digencarkan untuk meningkatkan efektivitas operasional sistem sanitasi yang lebih efisien.

Baca Juga: Sebut Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya, Razman Nasution Menyayangkan Lolly yang Tidak Lagi Mengingat Vadel: Katanya Dia Cinta

Selain itu, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan memantau 16 titik Sanimas serta empat unit IPAL yang telah ada. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar program ini dapat berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan, Kota Cirebon optimis bahwa target sanitasi aman sebesar 46,9% pada tahun 2029 dapat tercapai. Dengan langkah-langkah yang telah disusun, diharapkan Kota Cirebon dapat menjadi kota yang lebih sehat, bersih, dan nyaman untuk ditinggali oleh seluruh warganya.(Irnawati)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X