nasional

Bukan Curah Hujan, Pramono Anung Justru Soroti Genangan Banjir DKI Gegara Air Kiriman dari Wilayah Hulu

Rabu, 5 Maret 2025 | 11:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Instagram.com/@pramonoanungw)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) -- Insiden banjir tengah menggenangi berbagai wilayah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 4 Maret 2025.

Terkait penyebab banjir, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut genangan di berbagai titik saat ini disebabkan air kiriman dari wilayah hulu.

Di sisi lain, Pramono memastikan curah hujan di Jakarta beberapa waktu lalu intensitasnya cukup rendah sehingga bukan menjadi penyebab utama banjir.

Baca Juga: Tak Gabung ke Asosiasi Penyanyi VISI, Anji Mengaku Dirinya Tak Diajak karena Kurang Terkenal

"Banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas hampir 90 persen lebih adalah kiriman," tegas Pramono kepada awak media di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Maret 2025.

"Karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah," lanjutnya.

Pramono juga menyebut pihaknya telah meminta BNPB untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Gubernur DKI itu ingin permasalahan banjir segera selesai.

"Kita akan melakukan modifikasi cuaca untuk perkiraan lima hari ke depan," tuturnya.

Baca Juga: Viral RSUD Kota Bekasi Terendam Banjir: Listrik Padam hingga Pasien ICU Dievakuasi

"Tapi kita akan lihat. Hari ini BNPB sudah melakukan OMC dan kita mungkin besok atau paling lambat hari Kamis kita akan melakukan modifikasi cuaca," tambahnya.

Di sisi lain, Pramono mengklaim pihaknya tidak ingin menyalahkan siapa pun terkait insiden banjir yang menggenangi DKI Jakarta.

"Kami tidak mau menyalahkan siapapun. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta untuk mengatasi itu," tegasnya.

Berkaca dari hal itu, Pemprov DKI juga dikabarkan akan mengaktifkan Kampung Siaga Bencana.

Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus Kembali Alami Gagal Napas Akut, Vatikan Beri Penjelasan Ini

Pramono menjelaskan, Kampung Siaga Bencana ini akan meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga untuk menghadapi kerawanan kerentanan dan resiko bencana.

Halaman:

Tags

Terkini