Hal tersebut dengan mempertimbangkan sumber daya manusia di balik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis baru bisa dimulai pada akhir Juli 2025.
“Kalau Pak Presiden ingin percepatan dan baru kita akan siap di September, karena sumber daya manusia kita baru selesai Juli, kan,” kata Dadan.
Dimulai pada September 2025 itulah BGN membutuhkan Rp25 triliun tiap bulannya.
“Setiap bulan kita akan butuh untuk tahun 2025 ini Rp25 triliun untuk percepatan,” imbuhnya.
Target Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Untuk pelaksanaan MBG, target periode pertama dimulai Januari hingga April 2025 dengan target 3 juta penerima manfaat.
Untuk periode kedua, target penerima manfaat adalah 6 juta yang akan berlangsung dari April hingga Agustus 2025.
Kemudian sampai akhir tahun, target penerima manfaat sejumlah 15 juta orang dengan anggaran yang dimiliki Badan Gizi Nasional senilai Rp71 triliun sebelum terkena pemotongan anggaran.
Presiden Prabowo juga memberikan instruksi baru untuk mencapai target 89 juta penerima manfaat.
Dengan target baru tersebut, BGN perlu dana tambahan dari sebelumnya.
Dadan menyebut nominal Rp100 triliun untuk bisa memenuhi target yang diberikan oleh Presiden Prabowo.
“Tapi karena Pak Presiden ingin melakukan percepatan, 'Kalau mulai September, berapa dana yang dibutuhkan?'” kata Dadan menirukan pertanyaan Presiden saat bertemu media di Hotel Bidakara Jakarta pada Sabtu, 25 Januari 2025 saat itu.
Kemudian saat menyampaikan sambutannya di HUT Partai Gerindra ke-17 di SICC Bogor, Sabtu, 15 Februari 2025, Prabowo memuji kinerja BGN yang menurutnya telah gerak cepat.
Karena itu, ia mengatakan kalau sampai akhir Juli 2025 nanti target penerima manfaat MBG minimal sebanyak 6 juta orang.