nasional

Presiden Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis akan Turut Membantu Perputaran Uang Sampai ke Tingkat Desa

Senin, 17 Februari 2025 | 18:08 WIB
Presiden Prabowo saat konferensi pers di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) -- Presiden Prabowo Subianto bersama beberapa menteri menggelar konferensi pers di Istana Merdeka pada Senin, 17 Januari 2025.

Usai rapat kabinet terbatas yang ia pimpin tersebut, Prabowo memberi update terbaru mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG).

Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih yang telah dilaksanakan sejak 6 Januari 2025.

Program Makan Bergizi Gratis Membantu Perputaran Uang Hingga Tingkat Desa

Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo mengatakan jika MBG mampu mendorong daya saing perekonomian nasional.

Baca Juga: Kim Sae-ron Meninggal Dunia di Usia 24 Tahun, Kenali Gejala Henti Jantung atau Cardiac Arrest

“Sudah ada laporan bahwa produksi beras kita meningkat secara signifikan,” ujar Prabowo.

“Kebijakan-kebijakan yang mendorong daya saing untuk transformasi ekonomi kita yang pertama tentunya program Makan Bergizi Gratis,” imbuhnya.

“Diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan di seluruh daerah-daerah di negara kita karena uang berputar di desa, di kecamatan, di kabupaten,” pungkasnya.

Harapan Perputaran Uang di Usaha Desa dari MBG

Sebelumnya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menyatakan jika peran desa dalam MBG sangat diperlukan.

Baca Juga: Jelang Retret Kepala Daerah, Ini Alasan Wakil Kepala Daerah Tidak Mengikuti Utuh Serangkaian Acaranya

“Pak Prabowo minta agar seluruh kebutuhan MBG dipasok dari desa-desa,” kata Ahmad Riza usai menghadiri pembukaan HUT KE-17 Silaturahmi Nasional Gema Desa di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Keikutsertaan desa-desa sebagai pemasok kebutuhan Makan Bergizi Gratis atau MBG juga diharapkan bisa memberikan dampak secara finansial.

Pertumbuhan ekonomi yang berasal dari program MBG ini diperkirakan bisa meningkat 4 hingga 7 kali lipat.

Halaman:

Tags

Terkini