nasional

Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini

Sabtu, 18 Januari 2025 | 16:28 WIB
Ilustrasi makan bergizi gratis yang dibagikan pada para siswa sekolah (Dok. Istimewa)

FAJARNUSA.COM -- Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis 16 Januari 2025.

Para siswa tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing, meskipun kondisi mereka tidak sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan.

Baca Juga: Indonesia Darurat Judi Online, Kenali Tanda dan Bahaya Bagi Remaja

"Sudah kita tangani, obati, kita observasi hasilnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jelas Kunari pada Kamis (16/1/2025).

Dugaan Penyebab Keracunan

Insiden keracunan diduga disebabkan oleh makanan yang kurang matang.

Pengelola Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo mengakui bahwa menu ayam yang disajikan pada hari itu tidak dimasak dengan sempurna.

Baca Juga: Femme Fatale dalam Politik dan Hidup dalam Jiwa Perempuan

"Biasanya kalau kurang matang dari bau tidak, kalau dari bentuk tidak juga, istilahnya teksturnya agak gimana gitu, jadi anak langsung mengeluh sakit perut," ungkap Kunari.

Kepala SD Negeri Dukuh 03, Lilik Kurniasih, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Menu yang disajikan pada hari itu meliputi nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu.

Baca Juga: Prabowo di Munas Kadin: Jaga Kekompakan dan Persatuan

"Ada yang merasa mual, pusing, dan ada satu anak yang muntah," tutur Lilik.

Siswa yang terdampak berasal dari kelas 1 hingga kelas 6. Setelah gejala muncul, pihak sekolah segera menghubungi tim SPPG dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sukoharjo Kota untuk memberikan penanganan.

Tanggapan Badan Gizi Nasional

Baca Juga: Terbongkar, Dendam Nanang Gimbal Berawal dari Aksi Sandy yang Menebang Pohon untuk Pernikahannya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turut memberikan tanggapan terkait insiden ini.

Ia memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan murni kesalahan teknis tanpa unsur kesengajaan.

"Yang Sukoharjo terutama ya, ini adalah kesalahan murni teknis, tidak ada kesengajaan," jelas Dadan di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 17 Januari 2025.

Baca Juga: Pj Bupati Cirebon; Fokus Pada Isu Strategis Dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026

Dadan mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan yang segera mengambil tindakan setelah menyadari masalah pada makanan ayam crispy yang disajikan.

"Alhamdulillah sudah teratasi, karena pada saat dibagikan petugas kami segera menyadari bahwa ada hal yang kurang beres dengan makanan ayam crispy-nya," ujarnya.

Untuk mencegah insiden lanjutan, sisa makanan sebanyak 2.400 porsi langsung ditarik dan diganti dengan telur.

Baca Juga: Agus Salim Datangi Kepolisian dan Minta Pertanggung Jawaban Densu Setelah Uang Donasi Gagal Didapatkannya

Langkah ini dilakukan agar program MBG tetap berjalan dan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi.

"Sisa yang 2.400-nya segera ditarik, digantikan dengan telur," tambah Dadan.

Ia juga memastikan bahwa kondisi para siswa yang terdampak sudah membaik dan mereka telah kembali bersekolah seperti biasa.

Baca Juga: Istana Akui Tidak Ada Rencana Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Megawati

"Hari ini mereka sudah sekolah lagi dan diberikan pelayanan makan, serta didampingi oleh petugas Puskesmas makan di sekolah dan normal," jelasnya.

Komitmen Perbaikan Program MBG

Dadan menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memengaruhi keberlanjutan program MBG. Upaya perbaikan teknis terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Baca Juga: Hari Pers Nasional 6 - 9 Februari 2025 di Provinsi Riau, Pj Gubernur Rahman Hadi Bangga dan Dukung Perayaan HPN

Selain itu, Dadan menyebutkan bahwa ia dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

"Kami dipanggil untuk membicarakan masalah program makan bergizi gratis. Akan kami laporkan," ujar Dadan.

Dengan adanya langkah cepat dari pihak terkait, insiden keracunan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting dalam meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG ke depannya. **

Tags

Terkini