FAJARNUSA.COM -- Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional di Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Pelantikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional itu berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 139/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional yang ditetapkan pada 20 Oktober 2024.
"Terhitung sejak saat pelantikan mengangkat Jenderal TNI Purn. Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional," tulis petikan pernyataan yang dibacakan Deputi Bidang Administrasi dan Aparatur Kementerian Sekretaris Negara Nanik Purwanti di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2024.
Baca Juga: Menguatkan Peran Santri Untuk Masa Depan Bangsa, Pemkab Indramayu Adakan Apel Hari Santri
Sebelum diangkat menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) di Kabinet Indonesia Maju pada periode 2019-2024.
Pengangkatan Luhut sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, tidak terlepas dari peran strategisnya sebagai Menko Marves di era kepemimpinan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Di sisi lain, terdapat juga peran Prabowo di balik posisi barunya dalam Kabinet Merah Putih. Luhut mengungkap, sang presiden tidak sungkan untuk meminta restu istrinya secara langsung sebelum ia menerima jabatan tersebut.
Baca Juga: Miliki Program Strategis, Relawan Koalisi Rakyat Tasek Laok Bersama Anggota MADAS Dukung MAJU di Pilkada Bangkalan 2024
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Luhut membagikan pengalamannya saat bertemu dengan Prabowo di acara Gala Dinner AKABRI 67/70 pada 21 Juli 2024 lalu.
Luhut dan istrinya, Devi Simatupang, berdiskusi dengan Prabowo mengenai tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia ke depan.
"Selain ikut bernostalgia bersama kawan-kawan taruna seperjuangan, beliau juga menjelaskan sedikit terkait tantangan dan potensi Indonesia di masa depan," ungkap Luhut dalam unggahan Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, pada Senin, 21 Oktober 2024.
Baca Juga: Hari Santri Nasional 2024 Kota Cirebon, Merajut Harapan dan Komitmen Membangun Masa Depan
Luhut mengatakan kawan taruna seperjuangannya itu meminta izin kepada Devi Simatupang untuk memperbolehkan dirinya mengemban posisi baru di pemerintahannya kelak.
"Beliau (Prabowo) meminta izin kepada istri saya untuk 'memperbolehkan' suaminya ini menerima tanggung jawab baru di posisi yang baru. Saat itu, istri saya hanya tersenyum lebar saja," ujarnya.
Menyikapi hal itu, Luhut mengatakan latar belakangnya sebagai prajurit membuat dirinya selalu siap menerima tugas dari negara.
Baca Juga: BIGSHOW, Karya Inovatif Pemuda Kabupaten Cirebon Digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon
Luhut menegaskan peran barunya di Kabinet Merah Putih, tidak hanya sebagai jabatan semata, melainkan juga sebagai panggilan negara.
"Tugas ini bukan sekadar posisi, tetapi panggilan untuk mengabdi kepada negara, memberikan yang terbaik bagi bangsa," tegasnya.
Lebih lanjut, Luhut juga mengungkap hal yang melatari lahirnya lembaga tersebut di kabinet pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Mendukung Pemusnahan Barang Bukti Miras Hasil KRYD dan Operasi Pekat di Wilayah Hukum Polresta Cirebon
"Presiden Prabowo ingin saya memimpin satu lembaga yaitu Dewan Ekonomi Nasional. Lembaga ini akan bertugas untuk memberikan saran dan rekomendasi agar program prioritas di bidang ekonomi bisa tercapai dengan baik," terangnya.
"Terlebih, Presiden Prabowo ingin adanya percepatan dalam koordinasi dan implementasinya," tambahnya.
Masih dalam unggahan yang sama, Luhut juga mengaku telah diberikan oleh istrinya untuk kembali bekerja di pemerintahan.
Baca Juga: Pj Bupati Cirebon Apresiasi Bakti Sosial TNI Polri Bagikan 1000 Paket Sembako
Luhut mengungkap, restu itu didapatkan ketika istrinya memberikan pesan untuk menjaga kesehatan agar dapat bekerja maksimal untuk bangsa dan negara.
"Pesannya hanya satu, bahwa saya harus pandai-pandai jaga kesehatan sehingga bisa bekerja secara maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," pungkasnya. **