nasional

Indonesia Siapkan PLTN Berbahan Bakar Thorium di Pulau Gelasa, Kapan Operasionalnya?

Sabtu, 21 Oktober 2023 | 19:51 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Berbahan Bakar Thorium di Pulau Gelasa, Indonesia. (Foto: pixabay.com)

FAJARNUSA.COM — Tahun depan, Indonesia bakal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Lokasinya di Pulau Gelasa yang terkoneksi dengan persiaran Cirebon.

Meskipun jaraknya ribuan kilometer jika melalui jalan darat, akses ke lokasi ini jauh lebih mudah melalui perairan, terhubung dengan Laut Jawa dan perairan Cirebon.

PLTN ini menggunakan bahan bakar Thorium dan dikelola oleh PT ThorCon Power Indonesia, sebuah perusahaan nuklir dengan kantor pusat di Jakarta.

Baca Juga: Kapolri Gelorakan Deklarasi Pemilu Damai di Lapangan Rampal Kota Malang

Proyek ini akan dimulai dengan pemotongan baja pertama pada November 2024.

"Kita launching 2024, first cutting steel, pemotongan steel pertama ditargetkan November 2024 kita sudah mulai cutting steel," katanya di Energy Transition Conference & Exhibition 2023 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Proyek PLTN ini akan menghabiskan investasi sekitar USD 900 juta atau sekitar Rp 14 triliun, mengalami penurunan dari rencana awal sekitar USD 1,2 miliar atau Rp 18,8 triliun.

Baca Juga: Ketua KPPS di TPS 3 Lakukan Persiapan Pembagian Undangan Pilwu Desa Setu Wetan

Investasi ini akan sepenuhnya didanai tanpa anggaran pemerintah dan akan bersaing dalam pasokan listrik dengan batu bara.

"Kita akan membangun investasi sendiri tanpa APBN, dan kita menjual listrik bersaing dengan batu bara dan kita akan membangun pabrik," katanya.

PLTN di Pulau Gelasa direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2030.

Baca Juga: Vishnu Juwono Soroti Absennya Ketua KPK Firli Bahuri dalam Kasus Pemerasan SYL, Ada Apa?

PLTN ini, lanjut dia, direncanakan baru bisa beroperasi mulai 2030. "Kita targetkan 2030 itu yang pertama sudah bisa operasi," ujarnya.

Menurut Chief Operating Officer ThorCon Power Indonesia, nuklir adalah sumber energi bersih yang telah terbukti mengurangi emisi gas rumah kaca selama 50 tahun terakhir. *

Tags

Terkini