FAJARNUSA.COM—Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) telah mengumumkan rencana sejumlah proyek infrastruktur yang akan membawa perubahan signifikan ke wilayah Cirebon Raya.
Proyek tersebut mencakup pembangunan Jalan Tol Cirebon - Kuningan, Kuningan - Tasikmalaya, serta Fly Over Perlintasan Kereta Api di Kota Cirebon.
Menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023 yang ditandatangani pada 17 Maret 2023, proyek-proyek ini akan memberikan solusi bagi permasalahan kemacetan akibat perlintasan kereta api di Kota Cirebon.
Salah satunya ialah dengan proyek Fly Over Perlintasan Kereta Api dengan panjang 690 meter, Direncanakan bakal dibangun di Jl Slamet Riyadi Kota Cirebon, dijadwalkan untuk pelaksanaannya antara tahun 2025 - 2029 nanti.
Meskipun detail awal dan akhir jalan layang tersebut belum dijelaskan, proyek ini diharapkan akan mengatasi kemacetan yang sering terjadi di akses Jl Slamet Riyadi Kota Cirebon, yang memiliki lalu lintas cukup padat.
Selain itu, Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan jalan tol yang menghubungkan berbagai kota, seperti Kertajati dengan Indramayu, Cirebon dengan Kuningan, dan Tasikmalaya.
Baca Juga: Kementerian PUPR Rencanakan Fly Over di Jl Slamet Riyadi - Krucuk, Bukan di Siliwangi
Pembangunan jalan tol ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan Jalan Tol Kertajati - Indramayu sepanjang 46 kilometer dengan indikasi penanganan antara tahun 2025 - 2029, diikuti oleh Jalan Tol Cirebon - Kuningan dengan panjang 28 kilometer (2030 - 2034) dan Jalan Tol Kuningan - Tasikmalaya sepanjang 58 kilometer (2035 - 2039).
Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Apri Artoto, menyatakan bahwa pembangunan Jalan Tol Kertajati - Indramayu sudah termasuk dalam rencana umum jaringan jalan nasional tahun 2020 - 2040.
"Panjang jalan tol ini kurang lebih 46 kilometer dengan indikasi penanganan tahun 2025 sampai dengan 2029," kata Apri Artoto, dilansir dari laman BPJT.
Baca Juga: Kementerian PUPR Rilis Rencana Proyek Infrastruktur Fly Over untuk Atasi Kemacetan di Cirebon Raya
"Panjang jalan tol ini kurang lebih 46 kilometer dengan indikasi penanganan tahun 2025 sampai dengan 2029," kata Apri Artoto, dilansir dari laman BPJT.
Selain itu, Kabupaten Indramayu juga akan mendapatkan akses yang lebih representatif, terhubung dengan Jalan Tol Cipali dan Jalan Tol Cisumdawu, berkat kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dalam pengusahaan Jalan Tol Kertajati - Indramayu.
Semua proyek ini akan memberikan dampak besar pada mobilitas dan pertumbuhan wilayah III Cirebon, dan masyarakat dapat menantikan perkembangan lebih lanjut terkait realisasi proyek infrastruktur ini. *