FAJARNUSA.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara menyebut tiga kecamatan di kabupaten tersebut masih terendam banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Masih ada tiga kecamatan yang terendam banjir yaitu Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas, sedangkan empat kecamatan lainnya sudah surut. Kondisi cuaca hari ini di Aceh Utara juga cerah, mudah-mudahan tidak hujan lagi,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh.
Ia menambahkan, banjir di Aceh Utara terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto, dan Krueng Peto akibat hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.
Banjir juga mengakibatkan sekitar 2.864 Kepala Keluarga (KK) dengan 9.755 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 1.726 jiwa terpaksa mengungsi.
Ia menjelaskan, banjir di Aceh Utara dimulai pada hari Jumat (6/10/2023) yang melanda Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Kemudian banjir di tiga wilayah itu sudah surut pada Ahad (8/10/2023).
Namun, banjir susulan kembali rendam pemukiman di Aceh Utara dengan ketinggian air mencapai 30-60cm pada Senin (9/10/2023).
Baca Juga: Kenali Apa Marmer Thassos, Jawaban Dari Lantai Masjidil Haram Tetap Sejuk Meski Panas Terik
Kepala Desa Nibong Baroh, Razali menyebutkan, debit air masuk pemukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ini ketinggian air terus meningkat hingga masuk ke wilayah desa lainnya di Aceh Utara.
Untuk sementara kata Razali, belum ada yang mengungsi saat ini. Namun jika air turus meningkat hingga sore hari nanti maka kita akan siapkan dapur umum.
"Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada, apabila ada yang mengungsi saling berika informasi agar dievakuasi ke balai desa," katannya.
**