FAJARNUSA.COM – Praktek kawin tangkap atau kawin paksa kembali terjadi desa Waimangura, kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya (SBD), dimana seorang anak perempuan diambil secara paksa oleh sekelompok orang untuk dijadikan istri.
Kejadian penangkapan ini terjadi di Simpang pertigaan Kalembuweri, Jalur Tena Teke dan Jalur Rara, Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur,terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.
Sang gadis yang berdiri di samping sepeda motornya tiba-tiba ditangkap dari arah belakang oleh tiga orang laki-laki. Saat itu ada seorang perempuan yang ikut dalam kelompak itu.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Menurun, Dikaitkan Dengan Dugaan Gratifikasi Cak Imin, Semakin Turun Atau Naik?
Berdasarkan Pengakuan dari salah satu warga sekitar (tidak mau disebutkan namanya) mengatakan bahwa sekelompok masyarakat sudah menunggu di lokasi dari jam 8 pagi.
"Sekitar jam 10an muncul motor bebek berwarna biru yang diduga motor ojek yang muat penumpang seorang gadis. Sang pengendara motor berhenti untuk beli rokok dan sang gadis yang sedang menunggu tiba-tiba diangkat oleh sekelompok pemuda yang sudah menunggu dari pagi tersebut lalu menggendong gadis tersebut membawanya ke mobil pick up yang sudah menunggu," ungkapnya.
“Pada saat pengendara motor beli rokok gadis itu diambil paksa oleh sekelompok anak muda dan dimuat di mobil pick up yang sudah menanti. Anak gadis itu berteriak mama tolong, mama tolong sambil menangis,” ungkap warga yang melihatnya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2023 ? Messi dan Halland Jadi Kandidat Terkuat
Terdengar suara sang gadis berteriak saat ia ditangkap, selanjutnya, sang gadis kemudian dibopong ke atas mobil pick up warna hitam yang sudah menanti di tepi jalan. Tampak banyak lelaki lain yang kemudian ikut menumpang pick up.
Saat pick up bergegas meninggalkan tempat, terdengar suara teriakan dari kaum laki-laki. Ada pula pemotor yang sebelumnya memarkir kendaraan di tepi jalan langsung mengikuti mobil pick up yang bergegas meninggalkan lokasi.
Informasi yang diperoleh media galerisumba, masyarakat setempat mengatakan bahwa mobil pick up yamg membawa lari gadis menuju desa Weekura, sedangkan anak gadis yang diculik ini berasal dari Loura.