FAJARNUSA.COM – Hujan buatan di Jakarta oleh BMKG adalah salah satu strategi yang terus ditempuh pemerintah untuk mengatasi permasalahan serius polusi udara di Ibu Kota.
Dalam upayanya ini, mereka mengandalkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang melibatkan manipulasi pertumbuhan awan dan arah angin untuk menciptakan hujan buatan.
Tujuan utama dari modifikasi cuaca ini adalah menanggulangi masalah polusi udara yang semakin memburuk di Jakarta.
Baca Juga: Paspampres Aniaya Warga Aceh Hingga Tewas? Berikut Fakta-Fakta Praka Riswandi Manik
Namun, sejumlah ahli berpendapat bahwa hujan buatan di Jakarta bukanlah solusi yang definitif, melainkan respons yang bersifat reaktif terhadap masalah polusi udara yang lebih kompleks.
Charlie Albajili, Juru Kampanye Keadilan Perkotaan Greenpeace Indonesia, menegaskan bahwa hujan buatan tidak akan menyelesaikan masalah polusi udara Jakarta.
Apalagi jika tidak ditangani secara menyeluruh dengan menargetkan sumber-sumber pencemar seperti transportasi, industri, pembakaran sampah, dan industri PLTU yang menggunakan batubara.
Baca Juga: Seluruh Warga Aceh Mengecam Aksi Biadab Oknum Paspampres Viral di Medsos
Operasi teknologi modifikasi cuaca di Indonesia melibatkan beberapa instansi seperti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Keberhasilan teknologi modifikasi cuaca di Indonesia, termasuk hujan buatan di Jakarta, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan awan dan arah angin.
Namun, efektivitas modifikasi cuaca di Indonesia masih menjadi perdebatan.
Baca Juga: Satu Bulan Setengah Motor Hilang Dicuri Kini Kembali ke Pemiliknya
Para ahli berpendapat bahwa kurangnya kontrol dalam operasi teknologi modifikasi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilannya.
Selain itu, jenis awan tropis yang sulit dimodifikasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan hujan buatan di wilayah Jakarta.
Oleh karena itu, upaya menciptakan hujan buatan di Jakarta harus mempertimbangkan desain statistik yang akurat dan memperhitungkan faktor-faktor lingkungan yang kompleks.
Artikel Terkait
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum Hadiri Riksa Budaya Yang di Gelar di Kabupaten Cirebon
Tak Terlihat Pada Laga Fiorentina vs Lecce, Kini Sofyan Amrabat Kian Dekat dengan Manchester United
Napoli Vs Sassuolo: Partenopei Menang Meyakinkan 2-0, Ini Susunan Pemain Napoli
Taubat Masal, Ridwan Kamil Pimpin Upacara Ikrar Pimpinan NII Kembali Kepada NKRI
Lengkap Sudah, Presiden Jokowi Resmikan LRT Jabodebek
KPK Telah Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Penyaluran Bantuan Sosial Covid 19