Pipa Tua Peninggalan Swiss Bocor, Komisi II DPRD Kota Cirebon Desak PAM Tirta Giri Nata Audit Total Jaringan

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:43 WIB
Komisi II meninjau langsung proses perbaikan pipa transmisi yang bocor di kawasan Plangon, Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (6/2/2026). (Humas DPRD Kota Cirebon)
Komisi II meninjau langsung proses perbaikan pipa transmisi yang bocor di kawasan Plangon, Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (6/2/2026). (Humas DPRD Kota Cirebon)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Komisi II DPRD Kota Cirebon secara tegas merekomendasikan Perumda Air Minum (PAM) Tirta Giri Nata untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jaringan pipa tua di wilayah Cirebon. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya gangguan distribusi air bersih yang berulang di masa mendatang.

​Rekomendasi tersebut muncul usai jajaran Komisi II meninjau langsung proses perbaikan pipa transmisi yang bocor di kawasan Plangon, Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (6/2/2026).

Pipa Berusia 48 Tahun Jadi Pemicu

Baca Juga: Kemendagri Batalkan Bimtek PPP di Bali, Pengaruh Sekjen Disebut Kalahkan Mardiono?

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, mengungkapkan bahwa kebocoran yang terjadi disebabkan oleh kondisi pipa yang sudah sangat uzur. Berdasarkan temuan di lapangan, pipa tersebut merupakan bantuan dari pemerintah Swiss yang dipasang sejak tahun 1978.

​"Identifikasi jaringan pipa tua sangat mendesak. Kita harus mengantisipasi sebelum terjadi kebocoran atau kerusakan parah seperti ini. Usia pipa ini sudah lebih dari lima puluh tahun," ujar pria yang akrab disapa Andru tersebut.

Target Perbaikan dan Layanan Air Bersih

Baca Juga: DJP Geledah 3 Perusahaan di Banten, Diduga Tilep PPN Rp583 Miliar Pakai Rekening Pribadi

Meski mendesak adanya audit, Andru mengapresiasi gerak cepat jajaran direksi PAM Tirta Giri Nata. Perbaikan pipa berdiameter 600 milimeter tersebut ditargetkan rampung pada Kamis malam.

​Selama masa perbaikan, Komisi II meminta PAM tetap menjamin pasokan air bersih warga melalui pengiriman tangki ke tingkat RW. "Kami sudah menerima laporan bahwa distribusi air melalui mobil tangki sudah berjalan di beberapa titik," tambahnya.

Kronologi Kebocoran di Plangon

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Tertinggi Sejak 2022: Mengapa IHSG Belum 'Pesta'?

Direktur Utama PAM Tirta Giri Nata, Sofyan Satari, menjelaskan kronologi insiden yang terjadi pada Rabu malam (4/2/2026). Tekanan air yang tinggi dari pipa yang bocor sempat merusak lapisan aspal hingga membentuk rongga sedalam satu meter.

​"Begitu titik ditemukan, tim teknis langsung bekerja. Kami menyiagakan tiga unit mobil tangki untuk meminimalkan dampak pada pelanggan selama proses pengerjaan satu hingga dua hari ini," pungkas Sofyan.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X