Kemensos Pastikan Kawal Rehabilitasi Longsor Cisarua Bandung Barat Hingga Tuntas

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 6 Februari 2026 | 12:29 WIB
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi longsor Cisarua  (Foto : Alvin Islandar)
Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi longsor Cisarua (Foto : Alvin Islandar)

FAJARNUSA.COM (BANDUNG) – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan komitmen penuh untuk mengawal proses pemulihan pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

​Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja, melainkan akan terlibat langsung dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mekanisme Pemulihan Berjenjang

Baca Juga: Skandal 'Uang Pelicin' APBD Cirebon 2026: Rp55 Miliar Diduga Mengalir ke 'Ratu Tuyul' dan Oknum DPRD

​Dalam kunjungannya ke Posko Bencana Cisarua pada Jumat (6/2), Agus menjelaskan bahwa langkah pemulihan akan dilakukan secara sistematis. Proses ini dimulai dengan evaluasi dan asesmen mendalam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat segera setelah masa tanggap darurat berakhir.

​"Setelah tanggap darurat selesai, Pemkab akan melakukan evaluasi untuk proses rehabilitasi. Jika fiskal daerah tidak mencukupi, akan naik ke tingkat Provinsi hingga Pemerintah Pusat," ujar Agus.

Fokus Utama: Hunian dan Infrastruktur

Baca Juga: KPK Bongkar Skandal Mafia Impor Bea Cukai: Direktur P2 DJBC Tersangka, Barang Bukti Rp40,5 Miliar Disita

​Pemerintah akan mengkaji secara detail apakah warga akan menempati lokasi semula atau diperlukan relokasi. Beberapa poin utama dalam tahap rekonstruksi meliputi:

  • Pembangunan Rumah: Meliputi perbaikan atau pembangunan baru.
  • Infrastruktur Dasar: Penataan jalan, jaringan listrik, dan akses air bersih.
  • Isi Hunian: Kemensos berkomitmen memberikan bantuan lauk pauk serta pengisian perabotan rumah tangga bagi warga terdampak.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

Baca Juga: OTT KPK di Banjarmasin: Kepala KPP Madya dan Manajer PT BKB Jadi Tersangka Suap Restitusi Pajak

​Mengingat periode musim hujan diprediksi berlangsung hingga April, Wamen Sos menghimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

​"Deteksi dini adalah kunci. Jika ada gejala bencana, masyarakat harus segera menjauh dari titik rawan untuk meminimalkan risiko korban jiwa," tegasnya.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X