Satu Suara, DPRD se-Tana Luwu Bersatu Percepat Pembentukan Provinsi Luwu Raya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 6 Februari 2026 | 07:29 WIB
DPRD) Kota Palopo menggelar rapat koordinasi strategis bersama pimpinan dan anggota legislatif dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur guna menyatukan visi dalam memperjuangkan pemekaran wilayah tersebut. (Dok ist)
DPRD) Kota Palopo menggelar rapat koordinasi strategis bersama pimpinan dan anggota legislatif dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur guna menyatukan visi dalam memperjuangkan pemekaran wilayah tersebut. (Dok ist)

FAJARNUSA.COM (PALOPO) – Langkah konkret menuju pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali diperkuat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo menggelar rapat koordinasi strategis bersama pimpinan dan anggota legislatif dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur guna menyatukan visi dalam memperjuangkan pemekaran wilayah tersebut.

​Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Palopo ini memfokuskan agenda pada penguatan komitmen lintas daerah. Keempat parlemen di Tana Luwu tersebut sepakat bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) merupakan harga mati demi mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Poin Strategis Menuju Provinsi Baru

Baca Juga: Skandal Korupsi PDAM Manado: Audit BPK Temukan Kerugian Miliaran

​Dalam rapat tersebut, sejumlah poin krusial dibahas secara mendalam, antara lain:

  1. Kesiapan Administrasi: Melengkapi dokumen pendukung sesuai regulasi terbaru.
  2. Dukungan Politik: Menggalang kekuatan di tingkat provinsi hingga nasional.
  3. Lobi Pusat: Rencana koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Pusat dan Komisi II DPR RI.

​Ketua DPRD Kota Palopo menegaskan bahwa seluruh legislator se-Tana Luwu kini bergerak dalam satu frekuensi. "Kami sepakat bergerak satu suara. Pemekaran ini bukan sekadar gengsi wilayah, tapi kebutuhan mendesak untuk masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Genjot Infrastruktur, Wali Kota Cirebon Effendi Edo Siapkan Skema Pembiayaan Kreatif untuk Jalan Daerah

Wacana Bergabungnya Tana Toraja

​Menariknya, forum juga menyentuh skema pelibatan Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Langkah ini dipertimbangkan untuk memenuhi persyaratan administratif jumlah minimal daerah bawahan sebuah provinsi.

​Meski demikian, pihak DPRD menyatakan tetap memprioritaskan proses pemekaran yang sudah berjalan. Terkait keputusan teknis bergabungnya wilayah Toraja, legislatif menyerahkan sepenuhnya kepada tim pemekaran.

Baca Juga: Tiket Mudik Lebaran 2026 Daop 3 Cirebon Masih Tersedia, Segera Pesan Sebelum Kehabisan

​"Kita dorong dulu prosesnya. DPRD memberikan rekomendasi dan dukungan politik secara kelembagaan, sementara langkah teknis ada di tangan tim pembentukan provinsi," tambah Ketua DPRD Palopo.

Optimisme Menembus Moratorium

​Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, sinergi antarlegislatif ini menjadi modal kuat. Konsolidasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pertemuan sebelumnya yang melibatkan kepala daerah dan tokoh masyarakat se-Tana Luwu.

​Dengan struktur yang semakin solid, para wakil rakyat ini optimistis bahwa aspirasi masyarakat Tana Luwu untuk memiliki provinsi sendiri akan segera mendapat lampu hijau di tingkat nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X