CIREBON – Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Cirebon langsung tancap gas dalam menata aset daerah. Langkah proaktif ini ditandai dengan digelarnya Apel Kendaraan Dinas di halaman parkir Grage City Mall, Senin (26/1).
Bukan sekadar formalitas, agenda ini menjadi momen krusial bagi Pemkot Cirebon untuk memastikan seluruh armada operasional dalam kondisi prima guna menopang kinerja birokrasi yang semakin masif.
Ratusan Unit Diperiksa, Banyak Armada "Uzur"
Baca Juga: Longsor Watukumpul Pemalang: 2 Petani Tertimbun di Desa Bongas
Setidaknya 221 unit kendaraan roda empat, mulai dari mobil jabatan pejabat Eselon II dan III hingga kendaraan operasional penumpang, dijajarkan untuk diperiksa. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., turun langsung melakukan inspeksi mendalam (cek fisik, usia kendaraan, hingga ketaatan pajak).
Wali Kota mengaku prihatin menemukan banyak kendaraan keluaran tahun 2006-2008 yang masih dipaksakan beroperasi.
"Kondisi ini menyangkut keamanan pejabat dan efektivitas mobilitas dinas. Saya ingin semua kendaraan operasional sehat agar kinerja di lapangan lebih cepat," tegas Effendi Edo.
Baca Juga: Prabowo Boyong Investasi Rp90 Triliun dari Inggris, Pengamat: Era Baru Diplomasi Ekonomi Konkret
Opsi Sewa Hingga Transisi Kendaraan Listrik
Sebagai solusi atas penuaan aset, Pemkot Cirebon kini tengah melakukan kajian mendalam terkait skema pembaruan armada. Menariknya, Wali Kota memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan gaya hidup birokrasi yang lebih modern dan hijau.
- Skema Pengadaan: Mempertimbangkan pembelian baru atau sistem sewa (leasing).
- Efisiensi: Mengkaji transisi ke kendaraan listrik demi efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: IUP Tambang Martabe Dicabut, Spanduk Dukungan Misterius di Batang Toru Tuai Kecaman Warga
Target Adipura dan Hapus Ego Sektoral
Selain masalah aset, apel ini menjadi momentum bagi Wali Kota untuk menginstruksikan Dinas Perhubungan menertibkan trotoar dan mengajak seluruh jajaran lurah aktif dalam aksi kebersihan.
"Tujuan besar kita adalah membawa pulang penghargaan Adipura ke Kota Cirebon. Tidak boleh ada lagi ego sektoral, semua harus bersinergi tanpa menunggu perintah panjang," pungkasnya.
(**)
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Padamkan Api, DPKP Kota Cirebon Tangani 532 Aksi Penyelamatan Selama 2025: Ular dan Tawon Paling Dominan
Jawa Barat Cetak Surplus APBN Rp26,43 Triliun di Akhir 2025, Program Makan Bergizi Gratis Sasar 11 Juta Warga
Siap Gebrak Pasar MPV Listrik, Kia Perkuat Ekosistem EV di Indonesia lewat Teknologi E-GMP
Sinergi OJK, BI, dan Pemkot Cirebon di Mall UKM Coffee Fest 2026: Dorong UMKM Kopi Naik Kelas
CEK FAKTA: Kemenkeu Buka Suara Soal Narasi Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun