Transformasi dan Inovasi PT PAL untuk Kedaulatan dan Kemandirian Maritim

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:41 WIB
PT PAL dipandang sebagai sinyal positif kebangkitan industri maritim nasional dengan Dua produk terbarunya, Kapal Selam Otonom Tempur (KSOT) dan Kapal Frigate Merah Putih – KRI Balaputradewa‑322 (BPD) (Sumber Kemenhan.go.id)
PT PAL dipandang sebagai sinyal positif kebangkitan industri maritim nasional dengan Dua produk terbarunya, Kapal Selam Otonom Tempur (KSOT) dan Kapal Frigate Merah Putih – KRI Balaputradewa‑322 (BPD) (Sumber Kemenhan.go.id)

Ia menegaskan PT PAL diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen alutsista laut, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi teknologi maritim yang memberi manfaat langsung bagi sektor perikanan dan nelayan.

“Sebagai negara maritim, pengembangan teknologi kapal, sistem navigasi, dan inovasi kelautan harus diarahkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendukung ekonomi kelautan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum KASAI, Prof. Achmad menyatakan penguatan industri perkapalan nasional memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pertahanan laut yang kuat dan ekonomi kelautan yang produktif perlu dibangun secara beriringan.

Baca Juga: Dengan Tawa dan Tangis, Final Trailer Suka Duka Tawa Dirilis, Menampilkan Relasi Orang Tua dan Anak yang Emosional

Ia menambahkan transformasi PT PAL dapat menjadi rujukan bagi BUMN strategis lainnya, khususnya dalam hal restrukturisasi organisasi, peningkatan kompetensi SDM, pembangunan ekosistem industri terintegrasi, serta kepastian regulasi.

“Transformasi memerlukan keberanian mengambil keputusan dan dukungan kebijakan yang konsisten,” katanya.

Diketahui Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan sekitar 70 persen wilayah berupa perairan.

Baca Juga: Influencer Sherly Annavita Bongkar Aksi Teror di Rumahnya: Dilempar Telur Busuk, Mobilnya Dicoret

Kondisi ini menjadikan laut sebagai ruang strategis ekonomi sekaligus bagian penting dari sistem pertahanan negara. Namun, tingkat kesadaran maritim dinilai masih terbatas.

Orientasi pembangunan yang lebih menitikberatkan wilayah daratan berpotensi melemahkan ketahanan nasional, terutama di tengah meningkatnya kepentingan global di jalur pelayaran internasional yang melintasi perairan Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X