FAJARNUSA.COM - Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti aksi perampasan kendaraan warga yang dilakukan oleh oknum debt collector alias mata elang (matel) di jalanan.
Aksi tersebut acapkali berujung perselisihan antara matel dengan warga yang memiliki kendaraan roda dua maupun empat saat tengah melintas di jalan raya.
Menyikapi maraknya kasus tersebut, seorang perwira polisi, Kombes Pol Manang Soebeti atau dikenal warganet dengan nama 'Pak Bray', mengungkapkan fakta mengejutkan di balik insiden itu.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Bongkar Bangunan PKL di Bantaran Sungai Sukalila
Manang menyebutkan, terdapat aplikasi ilegal yang diduga menjadi andalan matel-matel di jalanan untuk mendapatkan data debitur kendaraan.
Melalui postingan Instagram pribadinya @manangsoebeti_official pada Selasa, 16 Desember 2025, Manang mempertanyakan hal itu ke Kementerian Komdigi (Kemkomdigi).
"Halo Kemkomdigi, siapa yang berwenang mengontrol aplikasi seperti ini? Apakah aplikasi ini legal atau ilegal?" tulis Manang dalam caption postingannya.
Baca Juga: Sembilan Warga Kota Cirebon Terdampak Bencana di Aceh Berhasil Dipulangkan
Manang menilai, hal tersebut sangat berbahaya, terlebih data debitur kendaraan banyak ditemukan dalam aplikasi ilegal itu.
"Sangat berbahaya, data debitur kendaraan ada di sana semua," sambungnya.
Deret Aplikasi Matel yang Ilegal
Dalam postingan yang sama, Manang membongkar secara rinci terkait aplikasi ilegal itu dalam sebuah cuplikan video.
Perwira polisi yang berpengalaman di bidang reserse itu mencemaskan, aplikasi matel tersebut beredar secara masif di platform digital.
Artikel Terkait
Polisi Kamboja Bongkar Kronologi Kasus Narkoba hingga Perdagangan Manusia yang Jerat Dewi Astutik
Lakukan Pemerasan di Pasar Jagasatru, Warga Pegajahan Kota Cirebon Ditangkap Polisi
4 Pelaku Spesialis Pembobol ATM Modus Ganjal Diamankan Satreskrim Polres Cirebon Kota
Polresta Cirebon Musnahkan Ratusan Knalpot Brong, Ciptakan Kenyamanan Publik
Polresta Cirebon Ungkap Kasus Narkoba dan Farmasi Ilegal Selama Desember 2025