“Alhamdulillah, pedagang bisa membongkar secara mandiri. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar wali kota.
Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang. Ia mengatakan bahwa sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang disiapkan pemerintah, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).
“Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang dialog dengan para pedagang dalam penertiban dan penataan Kawasan ini.
“Kami menerima aspirasi dari pedagang bunga di Kalibaru Utara. Dari 44 pedagang, ketua dan perwakilannya menyampaikan keinginan relokasi di tempat terbuka dengan space yang representatif,” jelasnya.
Iing menambahkan, Pemkot Cirebon menawarkan relokasi di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC), namun sebagian pedagang bunga di Kalibaru meminta lokasi di tempat yang terbuka.
Baca Juga: Asuransi, Pilar Proteksi di Tengah Cuaca Ekstrem
Menurut Iing, Pemkot Cirebon menawarkan lokasi di belakang Terminal Harjamukti, secara teknis nanti akan diatur melalui ketua paguyuban.
“Kami memfasilitasi tempat dan pengangkutan ke lokasi. Pedagang di sini sudah ikonik, kami yakin pelanggan akan mencari, meski dipindahkan. Tugas kami mendukung, membantu promosi, dan memberikan informasi terkait relokasi agar kawasan baru bisa cepat ramai,” kata Iing.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menjelaskan teknis pelaksanaan penertiban dilakukan di Sukalila Utara dan Selatan serta Kalibaru Utara dan Selatan.
Baca Juga: Polsek Gegesik Gelar Panen Raya Jagung, Sinergi Dukung Ketahanan Pangan Nasional
“Fokus hari ini pembongkaran bangunan yang masih tersisa dan ditargetkan selesai hari ini. Setelah itu, dua hingga tiga hari ke depan dilakukan pembenahan dan pengangkutan material,” ungkapnya.
Edi menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi dengan menurunkan empat unit ekskavator. Dua ekskavator besar dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung dan dua ekskavator kecil dari Dinas Pekerjaan Umum.
“Kami juga membantu pengangkutan barang dagangan pedagang ke rumah atau lokasi usaha baru, sementara material seperti kayu dibuang ke TPA Kopiluhur,” jelasnya.
Artikel Terkait
Pemkot Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Melalui Tax Awards 2025
39.775 Pekerja Rentan di Kabupaten Cirebon Mendapat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dari Pemprov Jabar
Sembilan Warga Kota Cirebon Terdampak Bencana di Aceh Berhasil Dipulangkan
Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkot Cirebon Dorong Peran Keluarga dan Remaja Putri