“Bantuan ini, merupakan dana pribadi presiden,” kata Nanik.
Menurut Nani, bantuan becak listrik ini, sebagai salah satu bentuk keprihatinan presiden, mengingat masih banyaknya pebecak lansia yang masih bekerja.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa meringankan para pebecak, khususnya yang berusia lanjut.
“Karena kalau yang sekarang, tinggal pencet saja, jadi tidak berat,” tuturnya.
Pada tahun ini, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 3.500 becak listrik di Indonesia.
Jika digabungkan dengan tahun kemarin, total becak listrik yang sudah didistribusikan mencapai 4.000 lebih.
Ia mengungkapkan, harga setiap becak listrik ini mencapai Rp22 juta. Sehingga, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu mengawasi, agar becak listrik ini tidak dipindahtangankan.
Nanik juga menjelaskan, alasan pihaknya tetap memilih memberikan bantuan unit becak dibandingkan dengan memberikan modal, dikarenakan para pebecak ini sudah lebih berpengalaman dalam mengoperasikan becak dibandingkan dengan usaha lainnya.
“Kalau sekarang, walaupun tetap menarik becak, tapi lebih mudah dan bisa bersaing dengan transportasi lainnya,” pungkas Nanik. **
Artikel Terkait
KAI Daop 3 Cirebon Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp 469 Juta
Perkuat Program Gizi Anak Lewat Bantuan PMT, Stunting Jadi Prioritas Pemkot Cirebon
Bulog Ungkap Stok Beras Pemerintah Capai 3,91 Juta Ton, Siap Didistribusikan untuk Bantuan Pangan Masyarakat
Indomaret Dukung Pencegahan Stunting di Kota Cirebon Sinergi Pemerintah Kota Melalui Bantuan Nutrisi