Selain penanganan pelayanan kesehatan di lokasi, Kemenkes juga mengirim bantuan logistik dan obat-obatan.
“Kami juga sudah mengirim logistik kesehatan, obat, dan bahan medis habis pakai. Kami juga mengirim penganti makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” lanjutnya.
Kerahkan Tenaga Medis ke Lokasi Bencana
Baca Juga: Bos KAI Bantah Pegawai KRL Dipecat Buntut Aduan Penumpang yang Viralkan Kehilangan Tumbler di Medsos
Tenaga medis cadangan juga dikerahkan oleh Kemenkes untuk sampai ke lokasi bencana.
“Tenaga medis khususnya dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan dan epidemiologi untuk membantu penanganan kesehatan di sana,” sambungnya.
Kemenkes pusat juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memaksimalkan layanan kesehatan di kawasan bencana.
Baca Juga: Lemahnya Verifikasi Bank Jateng, Nasabah Bikin Rekening Bodong pun Lolos
Bantuan Dikirim Lewat Udara
Pratikno juga menyebutkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sudah aktif mengirim bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Pengiriman bantuan ke lokasi terdampak, mengingat banyak akses terputus, Pratikno membeberkan bahwa ada opsi untuk menggunakan jalur udara.
“Ini tadi kita bicarakan dengan BMKG kalau situasinya, cuacanya semakin membaik, kita akan banyak memanfaatkan bantuan melalui udara,” ungkap Pratikno.
“Karena kita kan tidak bisa menunggu pemberian bantuan sampai infrastruktur perhubungan darat ini selesai, jadi kita akan mengirimnya juga lewat udara,” tambahnya.
Artikel Terkait
Buntut Insiden Banjir Longsor di Sumut, DPR Minta Relokasi Sekolah hingga Jalur Alternatif Logistik
Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Putus Akses Sebagian Wilayah, Ini Kata BNPB