Dukung Ruang Publik, KAI Daop 3 Cirebon Revitalisasi Taman Kota Depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:24 WIB
Revitalisasi taman kota oleh KAI Daop 3 Cirebon, sebagai ikonik gerbang masuk Kota Cirebon tepatnya di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata
Revitalisasi taman kota oleh KAI Daop 3 Cirebon, sebagai ikonik gerbang masuk Kota Cirebon tepatnya di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata

FAJARNUSA.COM - Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dalam bentuk revitalisasi Taman Kota Cirebon yang terletak di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata

Revitalisasi untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya fungsional bagi publik, tetapi juga mengangkat kearifan lokal dengan filosofi budaya Cirebon sebagai daya tarik wisatawan ke Kota Cirebon.

Muhibbuddin Manager Humas Daop 3 Cirebon mengatakan perbaikan taman kota Cirebon selain merupakan sinergitas KAI Daop 3 Cirebon dengan Pemerintah Kota Cirebon juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Oknum Guru SD di Cirebon Lakukan Pencabulan, Polresta Cirebon Tetapkan Sebagai Tersangka

"Bukan sekedar ruang terbuka yang hijau, taman ini juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan warga Cirebon," kata Muhib. 

Tugu ikonik yang berdiri di Taman Kota Cirebon memiliki makna filosofis tersendiri, yaitu :

1. Stilasi Udang dan Kapal

Baca Juga: Perkemahan Kader Bangsa 2025, Momentum Meneguhkan Semangat Nasionalisme Pemuda Jawa Timur

Simbol Cirebon sebagai Kota Udang dan budaya maritim/pesisir. Lengkungan melambangkan tubuh Udang, sementara garis-garisnya menyerupai kaki Udang yang menjadi simbol ikatan dan kebersamaan masyarakat. Dengan gaya dinamis, tugu ini mencerminkan semangat Cirebon yang terus bergerak maju.

2. Dua Struktur yang saling berhadapan Menjadi simbol keseimbangan dan keharmonisan, dua nilai utama dalam kehidupan sosial masyarakat Cirebon.

3. Dasar Lengkung dengan motif bata Melambangkan pergerakan yang fleksibel, adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berpijak kuat pada akar budaya dan sejarah kota.

Baca Juga: SCOFEST 2025 : Diskusi dan Edukasi Ekonomi Syariah

Bukan hanya tugu taman yang memiliki filosofi, desain dari taman sendiri juga memiliki filosofi tersendiri yang mengangkat aspek orientasi dan budaya spiritual :

1. Sumbu Utara–Selatan

Mengacu pada garis imajiner antara Keraton Cirebon dan Astana Gunung Jati, menghubungkan unsur pemerintahan dan spiritualitas sebagai dasar keseimbangan kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X