“Kita akan mengontrol proses dari persiapan makanannya, mulai dari pemilihan bahannya, kemudian juga gimana sih pengolahan makanannya, kemudian penyajiannya seperti apa,” terangnya.
“Itu semua sudah kita sepakati bahwa nanti akan kita bantu bersama-sama biar tidak terjadi lagi seperti ini,” paparnya.
Puskesmas dan UKS Digerakkan Pantau MBG
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa Puskesmas dan UKS yang ada di sekolah-sekolah juga akan memantau berjalannya MBG.
“Kami sudah menginstruksikan Puskesmas di seluruh Tanah Air dan UKS untuk ikut secara aktif, tanpa diminta untuk memantau SPPG secara rutin, secara berkala,” kata Zulhas saat konferensi pers di Gedung Kemenkes pada Minggu, 28 September 2025.
Langkah tersebut diambil agar ada info keterbukaan mengenai keamanan MBG.
Baca Juga: PBFI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Inovasi dan Prestasi Olahraga Kebugaran
Rekomendasi Ahli Gizi, BGN Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan
Salah satu rekomendasi langkah BGN dalam pelaksanaan MBG menurut ahli gizi Tan Shot Yen adalah adanya kerja sama dengan dinas kesehatan daerah setempat.
“Kerja sama dengan Puskesmas yang bagian wilayahnya untuk supervisi, monitoring, dan evaluasi. Bukan dengan BPOM,” kata Tan Shot Yen dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada 22 September 2025 lalu.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Apresiasi Peran Karang Taruna dalam Membangun Generasi Muda dan Masyarakat Sehat
Selain kerja sama dengan dinas kesehatan, saat itu ahli gizi Tan Shot Yen juga memberikan saran lain.
Seperti menggandeng dan membina kantin sekolah untuk MBG, sehingga tak melulu membangun SPPG baru.
Artikel Terkait
Bapanas: Beras SPHP Bisa Langsung Dijual Kopdes Merah Putih dan Digunakan untuk MBG
Masih Pengecekan, BGN Ungkap Bakal Ganti Food Tray MBG Jika Positif Mengandung Minyak Babi
Wali Kota Instruksikan Pengawasan Ketat Pengolahan Makanan untuk Program MBG
Inspeksi ke Dapur MBG, Komisi III Pastikan Pengolahan dan Distribusi Sesuai Prosedur