Pemkot Cirebon Optimalkan Pembangunan Infrastruktur dan Hunian Layak

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 20 September 2025 | 06:07 WIB
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo (kanan), turut hadir dalam peluncuran program baru yang bertajuk Imah Merenah, Hirup Tumaninah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB Bandung
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo (kanan), turut hadir dalam peluncuran program baru yang bertajuk Imah Merenah, Hirup Tumaninah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB Bandung

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan berbagai program perlindungan sosial-ekonomi, mulai dari jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja informal hingga bantuan kesehatan bagi pasien rumah sakit.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, yang bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa program KUR ini merupakan terobosan besar hasil kolaborasi lintas kementerian dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kebutuhan rumah di masyarakat jauh melebihi kapasitas anggaran negara.

Baca Juga: KPK Pastikan Kasus Google Cloud yang Menjerat Nadiem Makarim Tetap Berjalan, Siap Koordinasi dengan Kejagung

“Anggaran pemerintah hanya mampu membangun sekitar 280 ribu unit rumah, sementara kebutuhan sebenarnya mencapai 3 juta unit. Oleh karena itu, lahirlah program KUR Perumahan ini,” jelas Maruarar.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan satu unit rumah subsidi melibatkan setidaknya lima tenaga kerja, sehingga pembangunan ratusan ribu rumah akan memberikan dampak ekonomi luas, dari pelaku usaha kecil hingga pemasok bahan bangunan.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menekankan urgensi mengatasi backlog perumahan, mengingat banyak keluarga yang sudah menikah namun belum memiliki rumah sendiri atau masih tinggal di tempat yang kurang layak.

Baca Juga: Terbaru soal Pagar Beton Laut Cilincing, Perusahaan Diminta Salurkan CSR untuk Nelayan Terdampak Pembangunan Tanggul

Ia menyebut program ini berjalan dalam sebuah ekosistem yang melibatkan sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan data yang didukung oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Di kesempatan yang sama, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi program tersebut karena memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional.

Ia menyebut bahwa setiap investasi sebesar Rp1 juta di sektor perumahan dapat menghasilkan output ekonomi sebesar Rp1,9 juta. Data BPS juga menunjukkan backlog perumahan menurun dari 9,9 juta menjadi 9,6 juta rumah tangga, atau berkurang sekitar 300 ribu unit dalam setahun.

Baca Juga: MAKI Beberkan Bukti Kasus Kuota Haji 2024, Selain Istri Pejabat Ternyata ART dan Tukang Pijat Juga Diajak

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Cirebon untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan yang berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Cirebon siap berkolaborasi dalam setiap upaya pembangunan infrastruktur yang dapat mendongkrak kualitas hidup warga dan mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh,” ujar Wali Kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X