Wali Kota Cirebon Lantik 93 Tenaga Kesehatan dan 59 Guru, Dorong Penguatan Birokrasi dan Layanan Publik

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 5 September 2025 | 09:17 WIB
233 ASN Kota Cirebon dilantik oleh Wali Kota (Foto : Devi / Fajarnusa.com)
233 ASN Kota Cirebon dilantik oleh Wali Kota (Foto : Devi / Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (Cirebon) – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi secara resmi melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun Anggaran 2024 di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, Kamis (4/9/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang baru saja dilantik. Ia juga menegaskan pentingnya peran dan tanggung jawab setiap ASN sesuai bidang tugasnya masing-masing.

“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari sekalian yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar ASN Pemerintah Kota Cirebon. Namun, perlu saya tekankan, bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ini adalah awal dari tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat,” ujar Wali Kota.

Baca Juga: Wamendagri Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Cirebon Tangani Dampak Perusakan

Kepada tenaga kesehatan, Wali Kota menyampaikan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan kepekaan sosial, terutama pasca pengalaman menghadapi pandemi.

“Pengalaman pandemi memberi kita pelajaran berharga betapa vitalnya peran tenaga medis dan paramedis. Oleh karena itu, saya harap profesionalisme dan empati tetap menjadi bagian dari etos kerja saudara-saudari,” tegasnya.

Untuk tenaga guru, Wali Kota mengingatkan bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk karakter generasi penerus.

Baca Juga: Bupati Imron Secara Resmi Buka Temu Inklusi Nasional ke-6 di Desa Durajaya

“Integritas, keteladanan, dan semangat belajar sepanjang hayat harus menjadi ciri khas seorang pendidik. Kualitas pendidikan kita sangat bergantung pada dedikasi guru-guru yang berdiri di depan kelas,” tambahnya.

Sementara itu, untuk tenaga teknis, Wali Kota menegaskan pentingnya peran mereka dalam mendukung efektivitas birokrasi dan pembangunan.

“Di era digital ini, ASN dituntut untuk adaptif, kreatif, dan kolaboratif. Inovasi serta pemanfaatan teknologi informasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” jelasnya.

Baca Juga: Intermediasi Perbankan Diklaim Stabil, OJK Dorong Relaksasi untuk UMKM

Wali Kota juga kembali mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi. Ia menekankan bahwa pelayanan publik harus cepat, transparan, dan akuntabel.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama yang lambat dan berbelit. Masyarakat kini lebih kritis, memiliki akses informasi yang luas, dan menuntut kualitas pelayanan yang lebih baik. Jika birokrasi tidak berbenah, maka kepercayaan publik akan luntur,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa sumpah dan janji yang diucapkan bukanlah sekadar formalitas, melainkan kontrak moral dengan Tuhan, negara, dan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X