Tak Ada Ruang untuk Anarkisme, TNI-Polri Gencarkan Patroli Bersama hingga RT/RW

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 2 September 2025 | 07:40 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ungkap keamanan masyarakat dilakukan sampai RT/RW.  (Instagram/ditlantas.aceh)
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ungkap keamanan masyarakat dilakukan sampai RT/RW. (Instagram/ditlantas.aceh)

FAJARNUSA.COM - Kepolisian Negara Republik Negara Indonesia Indonesia (Polri) dan Tentara Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melakukan pengamanan bersama dalam cakupan yang lebih luas.

Polri dan TNI akan melakukan patroli sampai ke tingkat Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW).

Langkah tersebut diambil untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan di tengah situasi saat ini, seperti aksi anarkis hingga penjarahan.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Warga Hindari Anarki, Imbau Aspirasi Disampaikan secara Damai

“Atas instruksi Bapak Kapolri, kami minta seluruh Polda dan Polres segera berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan patroli bersama,” ujar Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya pada Minggu, 31 Agustus 2025.

“Tujuannya untuk menjamin keamanan masyarakat dari ancaman perusuh maupun pelaku anarkis,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa patroli ini untuk menjamin keamanan masyarakat di setiap lapisan.

Baca Juga: Setelah Rumahnya Dijarah Oknum Demo, Sri Mulyani Ajak Bangun Indonesia Tanpa Anarki dan Kebencian

“Kami pastikan tidak ada ruang bagi anarkisme, patroli akan berjalan sampai ke RT/RW agar masyarakat merasa terlindungi, imbuhnya.

Dedi juga mengingatkan bahwa segala tindakan pengrusakan fasilitas umum atau menjarah, akan ditangani secara tegas.

Pengamanan juga dilakukan di markas dan asrama polisi di seluruh Indonesia, karena menurutnya, hal tersebut sebagai langkah untuk menjaga simbol negara, anggota, dan barang berbahaya tak jatuh ke pihak yang salah.

Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Juru Bicara Hamas Abu Obeida dalam Serangan Udara di Gaza

Tak hanya dengan TNI, ia juga meminta partisipasi masyarakat menjaga keamanan serta tak mudah terprovokasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian, kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda adalah kunci. Masyarakat adalah mata dan telinga kami,” tegasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X