FAJARNUSA.COM - Aksi demonstrasi lanjutan dari Komunitas Cinta Bangsa kembali berlangsung di depan kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur Jalan Menanggal MGE No 12, Kelurahan Gayungan, Kota Surabaya.
Hal itu merupakan buntut dari perkara dugaan Manipulasi SRUT di BPTD Kelas II Jawa Timur yang belum juga menjadi perhatian khusus dari Kabalai yang baru, meski Kabalai yang lama ‘Muiz Thohir’ dimutasi ke pusat.
Padahal 2 (dua) orang terduga lainnya, yakni Fuad Nur Alam dan M Irfandy masih ada di BPTD Kelas II Jawa Timur. Bahkan perusahaan (Karoseri) yang patut diduga menjadi bagian dari Dalang Manipulasi SRUT tersebut, hingga kini masih belum tersentuh.
Oleh sebab itu, massa aksi meminta kepada Kabalai yang baru agar menuntaskan Skandal Manipulasi SRUT & usir Pejabat Korupsi dari BPTD Kelas II Jawa Timur.
Dalam long march juga dipampangkan 3 banner foto para Pejabat yang terlibat berikut kronologis peranannya masing-masing.
Pertama, Muiz Thohir selaku mantan Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur selama menjadi Kabalai diduga menjadi Dalang atas dugaan Manipulasi SRUT dengan beberapa pengusaha Karoseri.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Terapkan Manajamen Talenta untuk Uji Kompetensi Pejabat
Diantaranya terindikasi bekerjasama dengan CV Sidomulyo Barokah terkait penerbitan SRUT kendaraan, dan mengarahkan beberapa pengusaha Karoseri untuk pasang badan guna menepis isu adanya Pungli dan Manipulasi SRUT.
Kedua, Fuad Nur Alam sebagai Kasi Sarana disebut-sebut diduga menjadi Play Maker yang mengarahkan Koord Penguji untuk meloloskan kendaraan-kendaraan yang tidak layak lolos, otak dibalik persoalan dugaan Manipulasi SRUT dan Pungli antara pihak BPTD Kelas II Jatim dengan pengusaha Karoseri. Termasuk dugaan Manipulasi SRUT bersama CV Sidomulyo Barokah.
Ketiga, M Irfandy Koord Penguji BPTD diduga menjadi pemain lapangan yang mengamankan segala jenis persoalan uji kendaraan, termasuk indikasi penerima setoran.
“M Irfandy juga diduga orang yang meloloskan kendaraan milik CV Sidomulyo Barokah yang terindikasi bermasalah, namun perannya amat penting. Termasuk memberikan surat keterangan lulus pengecekan,” cetus Holik Ferdiansyah, Rabu (30/07/2025).
“Maka dari itu, kami (Komunitas Cinta Bangsa-red) siap memberikan keterangan dan presentasi kepada Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur terkait peran masing-masing terduga pelaku Manipulasi SRUT yang disinyalir mencemari marwah dan wibawa BPTD Kelas II Jawa Timur,” pungkasnya. **
Artikel Terkait
Kronologi Aksi Unjuk Rasa ASN di Jakarta, dari Pengakuan Pegawai yang Dipecat Menteri Satryo hingga Tepisan Kemdiktisaintek
Aksi Unjuk Rasa di Kantor PDAM, Pamaci Minta Usut Dugaan Korupsi 3,8 Miliar yang Dilakukan Oknum Staf
Dianggap Tidak Adil, FSP Maritim Makassar Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Pelabuhan Makassar
Marak Pungli di Sekolah, Massa Lakukan Unjuk Rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Cirebon