FAJARNUSA.COM - Kisah Sleeping Prince seperti cerita hayalan Walt Disney, dengan akhir cerita bahagia. Tetapi, Sleeping Prince nyata ini adalah kisah insipiratif tentang harapan seorang ayah yang berharap penuh anak nya akan hidup kembali. Meskipun takdir dan ketentuan Allah menunjukkan kepada sang ayah berbeda.
Bentuk kasih sayang seorang ayah kepada anak lelaki nya tanpa syarat, adalah sebuah bukti nyata ikatan yang kuat dan Warisan cinta tanpa batas. Keyakinan sang ayah akan mukjizat, menjadi makna terdalam tentang arti harapan, keyakinan dan cinta serta keihlasan.
Sleeping Prince tersebut adalah Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud, kelahiran April 1990. Pangeran Al Waleed merupakan salah satu anggota kerajaan Arab Saudi.
Baca Juga: Viral Aksi Heroik Abdul Rahman Agu, Balita Selamat ketika KM Barcelona 5 Terbakar di Laut
Tahun 2005, Pangeran Al Waleed mengalami kecelakaan lalu lintas pada usia 15 tahun, mengakibatkan cedera otak parah dan pendarahan internal. Kondisi tubuh nya mengalami koma selama 20 tahun. Karena koma yang panjang tersebut, maka Pangeran Al Waleed mendapat Julukan Sleeping Prince.
Selama perawatan intensif, sang ayah Pangeran Khalid bin Talal, menolak menghentikan alat bantu kehidupan, karena berharap akan mukjizat dari Allah SWT.
Keluarga kerajaan mengumumkan berita duka di sebuah media sosial akun X, tentang wafat nya sang Sleeping Prince Pangeran Al Waleed (19/07/25).
Baca Juga: Prabowo Soroti Kasus Beras Oplosan: Menikam Rakyat, Negara Rugi Rp100 Triliun per Tahun
Perjuangan selama 20 tahun dalam diam, Sleeping Prince akhirnya berpulang ke Yang Maha Kuasa pada usia 35 tahun. (Ira Rachmi)
Artikel Terkait
Peduli Akan Budaya, Bupati Sumenep Dianugerahi Penghargaan Tokoh Inspiratif dari SNKI
Pangeran Djatikusumah Generasi Ketiga Sunda Wiwitan Wafat, Dikebumikan di Bawah Batu Satangtung
Pemkot Cirebon Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kirab Haul Pangeran Pulasaren