FAJARNUSA.COM (Sumenep) – Meski telah menerima penghargaan bergengsi dari BPJS Kesehatan atas dedikasi dan inovasinya dalam meningkatkan layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep tidak lantas berpuas diri. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumenep ini justru semakin menguatkan komitmennya dengan terus menjalankan layanan Konsultasi Mobile JKN secara rutin.
Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dalam mendukung transformasi mutu layanan kesehatan berbasis digital.
Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa penghargaan bukan akhir dari pengabdian, melainkan pemicu untuk terus bergerak melayani lebih luas dan lebih dekat.
Baca Juga: Vonis 3 Tahun 9 Bulan Dijatuhkan Pada Andy Tan yang Sudah 53 Tahun Mengelola Toko Mas Sabar
“Penghargaan bukanlah sebuah tujuan, namun pelayanan terbaik kepada masyarakat prioritas utama. Konsultasi Mobile JKN terus kami jalankan sebagai wujud nyata dari pelayanan yang inklusif dan merata,” ujarnya, Selasa (15/7).
Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyampaikan bahwa layanan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.
"Masyarakat yang membutuhkan pelayanan RSUD dengan antrean digital, tidak perlu berlama-lama berada di rumah sakit, karena sistem digitalisasi itu telah mencantumkan jadwal pemeriksaan kesehatan secara jelas.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Adakan Ngopi Bareng di Stasiun Cirebon
“Pasien yang mendaftar secara online melalui sistem digitalisasi sudah mengetahui jadwal pemeriksaannya secara pasti, jadi tidak perlu menunggu terlalu lama di RSUD,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, Petugas konsultasi Mobile JKN memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.
Warga yang dilayani pun menyambut positif program ini. Mereka mengaku merasa lebih diperhatikan dan mudah dalam mendapatkan layanan medis tanpa biaya.
Baca Juga: Polisi Diserang dengan Pisau oleh Pengendara Bermotor Saat Operasi Patuh Nala di Bengkulu Tengah
Inovasi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi warga desa yang sebelumnya harus datang pagi-pagi demi mendapatkan giliran layanan kesehatan.
Salah satu warga Desa Dungkek, Sakim (40), mengaku puas dengan sistem tersebut.
Artikel Terkait
Komisi III DPRD Soroti Pelayanan dan Keuangan RSD Gunung Jati
Kini Rail Clinic Hadir di Stasiun Arjawinangun Pelayanan Kesehatan dan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Sekitar
Cek Kesehatan Gratis Warnai Peringatan Tahun Baru Islam 1447H di Indramayu
12 Ribu PBI JKN Dinonaktifkan, Komisi III Minta Dinsos Segera Perbarui Data unuk Reaktivasi