FAJARNUSA.COM (Surabaya) - Semakin kencang aroma busuk terkait adanya dugaan salah satu pejabat lurah di Surabaya bermain dengan proyek DAKEL tercium sampai ke telinga Inspektorat Kota Surabaya.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu pejabat inspektorat Surabaya, Tatang IRBAN (Inspektur Pembantu) menjelaskan ke tim investigasi akan segera menyikapi. "Baik mas kami akan segera sikapi mengkaji lebih mendalam persoalan ini," dalam komunikasi lewat telpon seluler dengan awak media.
Perlu di ketahui sejak Anggaran Belanja Daerah Pemerintah Kota Surabaya untuk pembangunan infrastruktur kawasan pemukiman sebagian di alihkan pengolahannya langsung lewat program DAKEL (Dana Kelurahan) dengan melibatkan pejabat dari tingkat Camat sampai ke Lurah sebagai penanggung jawab pengelolah keuangan negara untuk kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Sekolah Legislasi dan Urgensi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda
Ternyata masih saja ada pejabat yang coba mengambil kesempatan dalam kesempitan bermain api dengan melakukan dugaan pengondisian beberapa proyek infrastruktur ke rekanan penyedia yang di tunjuk tanpa bermusyawarah dengan pihak RT/RW,LPMK dalam Kelompok Kerja (POKMAS). Sikap arogansi Lurah satu ini patut diduga kuat tentu dengan imbalan fee presentasi dari nilai proyek.
Yang lebih miris, meskipun banyak pekerjaan di lapangan tidak sesuai spesifikasi teknis alias melanggar ketentuan SOP namun mereka pejabat lurah maupun pengawas hanya diam dan tutup mata seakan cuek. **
Artikel Terkait
DPRD Kota Cirebon Serap Aspirasi Perbaikan Infrastruktur Di Musbangkel Pulasaren
Tokoh Kepulauan Ach Supiadi Dukung Pembangunan Infrastruktur Bupati Sumenep
KDM dan Lucky Hakim Tinjau Pembangunan Pabrik Sepatu di Desa Cikawung, Bakal Serap 30 Ribu Pekerja
Proyek Paving di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya Tidak Sesuai Permen PU
Cinofest 2025 Resmi Dibuka, Bupati Imron Dorong Inovasi Jadi Solusi Pembangunan Daerah